5,7 Juta Calon Jemaah Haji Terima Nilai Manfaat Rp2,06 Triliun
BPKH menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 senilai Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jamaah haji reguler dan khusus.
Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Kulonprogo dalam Pilkada 2024 cukup rendah, hanya mencapai 73,89 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT). Demikian disampaikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo, Aris Zurkhasanah
Ia mengatakan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 terbilang rendah, dibandingkan Pilkada 2017 sebesar 79,16 persen. "Persentase dihitung dari hasil suara sah, belum termasuk suara tidak sah atau keliru coblos pada Pilkada 2024 sebesar 73,89 persen," kata Aris.
Menurut dia, rendahnya partisipasi disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya karena profil calon peserta Pilkada 2024 yang kurang dikenal. Anggapan ini muncul dari hasil pengamatan, di mana banyak calon pemilih yang tidak mengenal calon secara personal.
KPU Kulonprogo sudah melaksanakan sosialisasi secara maksimal untuk mengenalkan para pasangan calon (paslon) peserta Pilkada 2024. Bahkan pihaknya sampai membentuk relawan demokrasi untuk menggencarkan sosialisasi.
"Relawan demokrasi inilah yang menyampaikan dan mengenalkan paslon beserta masing-masing visi-misi dan program kerjanya ke masyarakat," katanya.
BACA JUGA: Paslon Agung-Ambar Klaim Menang Pilkada Kulonprogo, Raup 43,74 Persen Suara
Aris menilai angka partisipasi pemilih Pilkada 2024 yang ia sampaikan belum final. Alasannya, penurunan tersebut belum bisa terpotret secara utuh.
"Kami tetap menunggu hasil rekapitulasi secara berjenjang untuk angka pasti tingkat partisipasinya," ujarnya.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Djoko Dwiyogo mengatakan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 ini terbilang rendah. Anggapan ini muncul berdasarkan pemantauan saat pemungutan suara kemarin.
Mengacu pada pemantauan tersebut, cukup banyak pemilih yang tidak hadir ke tps untuk mencoblos. Ia pun melihat euforia masyarakat di Pilkada 2024 tidak sebesar saat Pemilu 2024.
"Bisa dikatakan gregetnya Pemilu 2024 lebih luar biasa dibandingkan Pilkada 2024," kata Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPKH menyalurkan Nilai Manfaat Tahap I 2026 senilai Rp2,06 triliun kepada sekitar 5,7 juta calon jamaah haji reguler dan khusus.
Prabowo dan PM Thailand Anutin menyepakati Roadmap Kemitraan Strategis 2026–2030 serta memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
KPK menggeledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan terkait dugaan pemerasan izin tinggal WNA. Delapan tersangka telah ditetapkan.
Posyandu Matahari di Sleman disiapkan menjadi model layanan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi Pemkab Sleman, BRI, dan Rabu Biru Foundation.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap dengan lokasi SIMMADE, Simenor Ngabuburit, MPP, Satpas, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, biaya, syarat, dan layanan Satpas.