Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY Baru
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
Damri./ damri.co.id
Harianjogja.com, JOGJA—Bus Damri bisa menjadi pilihan masyarakat yang akan menuju bandara maupun sejumlah tempat wisata di DIY. Selain tarif terjangkau armadanya juga nyaman.
Layanan transportasi DAMRI bisa Anda manfaatkan jika ingin bepergian dari Kota Jogja menuju kawasan pantai di Bantul dan Gunungkidul dengan Travel Bus DAMRI
Rute Damri dari Malioboro atau depan Bank Indonesia ini tersedia pulang pergi. Baik dari Malioboro ke Pantai Baron maupun dari Pantai Baron ke Malioboro
Dari Titik Nol Malioboro ke Pantai Baron Gunungkidul (Rp25.600)
Pukul 05.00 WIB
Pukul 06.00 WIB
Pukul 12.30 WIB
Pukul 13.30 WIB
Dari Pantai Baron Gunungkidul Titik Nol Malioboro (Rp25.600)
Pukul 08.45 WIB
Pukul 09.45 WIB
Pukul 16.15 WIB
Pukul 17.15 WIB
Cara Beli Tiket Damri via Online
1.Unduh aplikasi "DAMRI Apps"
2.Pesan tiket dengan mengisi kolom yang tersedia, meliputi asal kota, kota tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah tiket
3.Klik "Cari Tiket",
4.Lengkapi data diri pemesan dan selesaikan pembayaran.
5.Lengkapi data diri pemesan dan selesaikan pembayaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.