SAETA Magelang Tingkatkan Inovasi Ecotik dan Tata Kelola UMKM
Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau ruang layanan di MPP Sleman. Kamis (12/12/2024)./Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Sleman diresmikan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Kamis (12/12/2024).
Pembangunan gedung ini berlangsung selama dua tahun dengan anggaran mencapai Rp73,9 miliar. “MPP hadir sebagai sebuah terobosan dari Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menjawab harapan publik terhadap pelayanan yang cepat, tepat dan terjangkau. Sebab, di satu gedung ini bisa melayani berbagai pelayanan mulai dari masalah kependudukan, pertanahan, pengurusan SIM dan lain sebagainya,” kata Kustini, saat peresmian, Kamis.
Menurut dia, keberadaan MPP harus didukung dengan transformasi pelayanan dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi sehingga kehadirannya semakin cepat dan akurat serta mempermudah dalam akses informasi.
Di sisi lain, harus ada inovasi dengan menyederhanakan tahapan birokrasi yang cenderung menyulitkan masyarakat. “Dengan adanya MPP yang mengedepankan transformasi digital akan mengubah layanan birokrasi dari e-government menjadi smart government,” katanya.
Di sisi lain, Kustini berharap dengan adanya kemudahan dalam pelayanan, maka dapat meningkatkan investasi untuk pembangunan di Kabupaten Sleman. Pasalnya, dengan adanya kemudahan pengurusan izin, maka dapat mendongkrak kemudahan dalam berusaha sehingga dapat menjadi indikator penentu minat pelaku ekonomi dalam berinvestasi. “Adanya investasi ini akan memberikan dampak yang signifikan. Tidak hanya untuk percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tapi juga mendorong kemajuan di sektor kesehatan, pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Susmiarto, mengatakan pembangunan MPP Sleman menelan anggaran sekitar Rp73,9 miliar. Alokasi ini untuk pembangunan mencapai Rp70 miliar dan perlengkapan mebel dan fasilitas pendukung lainnya sebesar Rp3,9 miliar. “Dibangun selama dua tahun dengan empat lantai. Untuk lantai I dan II dipergunakan pelayanan di MPP, sedangkan lantai III dan IV untuk Kantor DPMPTSP,” katanya.
Menurut dia, keberadaan MPP sudah ada sejak 2019. Di gedung lama mampu menampung 17 instansi untuk melayani 103 pelayanan. Adapun di gedung baru yang lokasinya lebih representatif, instansi yang hadir bertambah menjadi 39 instansi.
Jumlah pelayanan yang diberikan juga meningkat menjadi 198 pelayanan. “Di gedung baru ini, layanan yang diberikan lebih lengkap dan fasilitasnya lebih nyaman,” katanya.
Susmiarto memastikan, keberadaan MPP Sleman ramah difabel karena ada akses khusus bagi penyandang disabilitas serta dilengkapi dengan alat bantu berjalan maupun kursi roda. Di sisi lain, juga ada ruangan khusus untuk merokok dan dilengkapi dengan eksalator sehingga mempermudah dalam pelayanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.