DPRD Sleman Pelajari Pola Kemitraan Media di Surabaya
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Suasana pelantikan pengurus wilayah Wanita Syarikat Islam DIY periode 2024-2029 pada Sabtu (14/12/2024) di gedung DPD RI DIY
JOGJA – Pengurus Pimpinan Wilayah Wanita Syarikat Islam (WSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk periode 2024-2029 dilantik pada Sabtu (14/12/2024) di gedung DPD RI DIY. Erlina terpilih sebagai Ketua, didampingi Suti Nurhayati sebagai Sekretaris, dan Nini Sekarsari sebagai Bendahara.
Ketua Bidang 4 PP Wanita Syarikat Islam, Iin Suni Atdmaja mengatakan, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk melanjutkan perjuangan panjang perempuan. Para pengurus yang baru dilantik dianggap sebagai pilar utama dalam mewujudkan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
“Masalah perempuan saat ini sangat kompleks dan mengkhawatirkan, mulai dari masalah mental, pendidikan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga masalah-masalah sosial lainnya. Oleh karena itu, kita membutuhkan respons yang cepat dan konsisten melalui langkah-langkah kerja organisasi yang terukur,” katanya.
Salah satu fokus utama WSI DIY periode ini yang didorong adalah peningkatan kapasitas anggota dalam hal manajemen organisasi dan pengembangan di wilayah setempat. Hal ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dari tingkat cabang hingga pusat, sehingga WSI dapat semakin berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
“Pengurus baru diharapkan terus berupaya meningkatkan kapasitas pimpinan cabang agar tujuan organisasi dapat berkembang di masyarakat,” tambah Iin.
Ketua Pimpinan Wilayah Wanita Syarikat Islam DIY periode 2024-2029, Erlina mengatakan, sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang, WSI memiliki peran strategis dalam pemberdayaan perempuan. Didirikan pada tahun 1918 dengan nama Syarikat Siti Fatimah, organisasi ini telah menjadi pionir dalam perjuangan emansipasi wanita di Indonesia.
"WSI juga merupakan salah satu inisiator Kongres Perempuan Indonesia pertama di Jogja dan aktif berjuang untuk kemerdekaan Indonesia," jelasnya.
Organisasi ini, kata dia bertujuan untuk membina perempuan menjadi pribadi yang mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pihaknya akan fokus pada peningkatan kapasitas anggota yang berasal dari berbagai kalangan melalui pelatihan, pendidikan, dan penguatan peran perempuan di bidang sosial, ekonomi, dan politik.
"Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan WSI DIY dapat semakin berkontribusi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan mewujudkan kesetaraan gender di masyarakat," pungkas dia. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Delapan etnis Sumatra Utara memukau wisatawan dalam Pesona Budaya Sumatra Utara di Malioboro dengan pawai budaya dan tari kolosal.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan duka cita atas wafatnya Ali Khamenei dan pesan perdamaian dari Presiden Prabowo untuk Iran.
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Lima armada Kopi Roro dari Danais DIY memperluas pemasaran kopi Menoreh Kulonprogo hingga pasar nasional dan global.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.