Resmi! Romelu Lukaku Gabung Fenerbahce, Nilai Transfer 6 Juta Euro
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul mencatat, sebanyak 13 korban meninggal akibat laka air yang terjadi di Kabupaten Bantul sepanjang Januari hingga pekan kedua Desember 2024 ini.
Atas kejadian itu, Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada saat berada di aliran sungai.
"Saat ini sudah musim penghujan dan debit air mungkin cenderung mengalami kenaikan, sehingga aliran sungai menjadi deras dan berpotensi menjadi rawan atau berbahaya," kata Michael dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2024).
BACA JUGA: Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Pemudi Asal Rongkop Meninggal Dunia
Maka dari itu, setiap masyarakat yang melakukan aktivitas di aliran sungai maupun di pinggiran sungai, diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati.
"Paling tidak, masyarakat bisa mengetahui dulu, melihat medan yang akan dipergunakan untuk kegiatan, sehingga betul-betul aman dan tidak terjadi persoalan atau bahaya," jelas dia.
Banyaknya korban meninggal akibat tenggelam ini harus menjadi pengingat bagi semua orang akan bahaya yang mungkin terjadi saat beraktivitas di sekitar perairan.
“Keselamatan harus tetap diutamakan dan langkah pencegahan harus diambil untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi lagi,” tutur dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tenggelam di Kali Code, tepatnya di Padukuhan Jotawang RT 02, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, pada Kamis (12/12/2024).
BACA JUGA: Pemancing Hilang di Sungai Sempor Ditemukan Meninggal Dunia
Korban diidentifikasi bernama Prima Edi Riyanto Situmorang (35), warga Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, diperkirakan telah meninggal dunia antara 4 hingga 6 jam sebelum ditemukan.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa penemuan mayat ini berawal dari laporan seorang warga bernama Tugiyanto (36) yang hendak buang air besar di dekat pintu air (DAM) Kali Code.
"Saksi melihat ada seperti boneka yang mengapung dengan posisi tertelungkup tersangkut di pintu air Kali Code," ungkap Jeffry.
Karena merasa ragu-ragu setelah melihat penemuan tersebut, Tugiyanto menghubungi salah seorang warga lain, dan informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Sewon.
Tim kepolisian segera mendatangi lokasi bersama tim medis dan unsur SAR untuk mengevakuasi korban.
Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban.
"Dimungkinkan luka-luka tersebut berasal dari benturan saat berada di sungai," tambah Jeffry.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk proses lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi