Tri Wahyuni Tampil 1 Oktober, Ini Jadwal Asian Games 2026
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul mencatat, sebanyak 13 korban meninggal akibat laka air yang terjadi di Kabupaten Bantul sepanjang Januari hingga pekan kedua Desember 2024 ini.
Atas kejadian itu, Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada saat berada di aliran sungai.
"Saat ini sudah musim penghujan dan debit air mungkin cenderung mengalami kenaikan, sehingga aliran sungai menjadi deras dan berpotensi menjadi rawan atau berbahaya," kata Michael dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2024).
BACA JUGA: Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Pemudi Asal Rongkop Meninggal Dunia
Maka dari itu, setiap masyarakat yang melakukan aktivitas di aliran sungai maupun di pinggiran sungai, diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati.
"Paling tidak, masyarakat bisa mengetahui dulu, melihat medan yang akan dipergunakan untuk kegiatan, sehingga betul-betul aman dan tidak terjadi persoalan atau bahaya," jelas dia.
Banyaknya korban meninggal akibat tenggelam ini harus menjadi pengingat bagi semua orang akan bahaya yang mungkin terjadi saat beraktivitas di sekitar perairan.
“Keselamatan harus tetap diutamakan dan langkah pencegahan harus diambil untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi lagi,” tutur dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tenggelam di Kali Code, tepatnya di Padukuhan Jotawang RT 02, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, pada Kamis (12/12/2024).
BACA JUGA: Pemancing Hilang di Sungai Sempor Ditemukan Meninggal Dunia
Korban diidentifikasi bernama Prima Edi Riyanto Situmorang (35), warga Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, diperkirakan telah meninggal dunia antara 4 hingga 6 jam sebelum ditemukan.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa penemuan mayat ini berawal dari laporan seorang warga bernama Tugiyanto (36) yang hendak buang air besar di dekat pintu air (DAM) Kali Code.
"Saksi melihat ada seperti boneka yang mengapung dengan posisi tertelungkup tersangkut di pintu air Kali Code," ungkap Jeffry.
Karena merasa ragu-ragu setelah melihat penemuan tersebut, Tugiyanto menghubungi salah seorang warga lain, dan informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Sewon.
Tim kepolisian segera mendatangi lokasi bersama tim medis dan unsur SAR untuk mengevakuasi korban.
Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan beberapa luka pada tubuh korban.
"Dimungkinkan luka-luka tersebut berasal dari benturan saat berada di sungai," tambah Jeffry.
Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk proses lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.
Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga penentu. Simak syarat Garuda lolos final dan proyeksi poin ranking FIFA jika menang.
Nurisa Dian Ashrifah meraih emas kelima Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Amparo 139-137.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.