Kasus Ebola Meningkat, Indonesia Perlu Perkuat Kewaspadaan
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki bulan Desember menjadi musim liburan. Banyak wisatawan yang menyerbu destinasi wisata dengan kondisi geografis turunan dan tanjakan. Dinas Perhubungan DIY membagikan tips berkendara melewati turunan yang aman.
BACA JUGA : Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Jalur Cinomati Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Rizki Budi Utomo mengatakan pentingnya para pengendara memahami tips aman berkendara di jalanan turunan. "Tips ini tidak hanya untuk seorang pengendara saja, tetapi juga untuk keamanan engendara lain," kata Rizki sebagaimana diunggah di akun Instagram @dishudbiy.
Adapun tips mengemudi jalanan turunan adalah sebagai berikut:
Sebelum memasuki jalan menurun, turunkan transmisi kendaraan ke gigi yang lebih rendah. "Karena ini akan membantu kendaraan memanfaatkan engine break untuk mengontrol kecepatan tanpa membebani rem," ujarnya.
Jika jarum RPM mendekati zona merah maka segera aktifkan exhaust break untuk menurunkan RPM ke zona aman. Exhaust brake atau rem knalpot adalah sistem pengereman yang memanfaatkan gas buang untuk memperlambat kendaraan. Exhaust brake biasanya digunakan pada kendaraan komersial seperti bus dan truk.
"Ingat jangan memainkan atau mengaktifkan exhaust break secara berulang, biarkan bekerja secara konsisten. Perhatian jika perlu bantu injak pedal rema untuk membantu mengembalikan RPM ke zona aman," imbuhnya.
Jangan menggunakan pedal rem terus menerus dalam waktu lama. Karena jika pedal rem diinjak secara terus menerus maka dapat menyebabkan rem panas dan akhirnya berdampak pada rem kehilangan fungsi.
Maksimalkan bidang pandang di luar kendaraan dengan mengamati keadaan lalu lintas di depan sehingga bisa mengantisipasi kondisi dan punya waktu yang cukup untuk mengantisipasi bahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.