BPBD Bantul Antisipasi Kebakaran dan Bencana Alam Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Jumali
Jumali Selasa, 17 Desember 2024 11:27 WIB
BPBD Bantul Antisipasi Kebakaran dan Bencana Alam Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta./ Harian Jogja - Ujang hasanudin

Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan bencana alam di wilayahnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta menyampaikan, jelang Nataru pihaknya telah menyiapkan personelnya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam dan kebakaran.

Khusus untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, Agus mengaku telah menyiagakan tujuh pos pemadam kebakaran (Damkar) yang tersebar di sejumlah lokasi. Adapun personel damkar yang ada pada masing-masing pos berjumlah sekitar 20 orang. 

Untuk mencegah adanya kebakaran, Agus juga mengaku jawatannya terus mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran melalui sosialisasi di tingkat kapanewon, kelurahan, dan RT.

"Untuk unit dan personel damkar kami saat ini selalu siap untuk diterjunkan begitu ada kejadian," katanya, Selasa (17/12/2024).

BACA JUGA: Ini Sejumlah Jalur Alternatif yang Disiapkan Dishub Bantul Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Selain itu, BPBD Bantul kata Agus juga menyiapkan personel untuk 10 tim reaksi cepat (TRC) dan pusat pengendalian operasi (pusdalop) yang siap menerima aduan dari masyarakat baik terkait bencana maupun penyelamatan selama 24 jam.

"Dan semua sudah siap untuk bekerja maksimal saat Nataru," jelasnya.

Terkait dengan kondisi EWS, Agus menyatakan telah melakukan pengecekan terkait 28 EWS Tsunami maupun enam unit EWS banjir dan sejumlah EWS longsor. Dari hasil pengecekan, Agus memastikan jika semua EWS normal dan berfungsi.

"Meskipun saat ini kami memang masih terus butuh penambahan EWS baik untuk EWS banjir, longsor dan Tsunami," ungkapnya.

Sementara Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengaku saat ini pihaknya terus mendorong optimalisasi peringatan dini banjir melalui Pos Siaga Darurat Banjir-Longsor di 36 titik. Menurutnya, sistem peringatan dini banjir dapat dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan komunikasi yang ada di pos siaga darurat tersebut. 

"Diharapkan dengan adanya peran masyarakat, relawan, pemerintah kalurahan, maka persoalan deteksi banjir bisa segera dilakukan," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online