Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Istimewa-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Desa wisata di Bantul dinilai kurang diminati wisatawan selama momen libut Natal dan Tahun Baru kali ini. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menilai sebagian besar wisatawan lebih memilih mendatangi objek wisata ketimbang desa wisata.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata Dispar Bantul, Karman menyampaikan kunjungan wisatawan ke desa wisata cenderung landai selama momen libur Natal dan Tahun Baru. Tak hanya tahun ini, dia menilai fenomena itu terjadi setiap tahun.
Hal itu menurutnya lantaran selama libur akhir tahun, wisatawan dalam jumlah banyak atau mass tourism cenderung lebih menyukai berkunjung ke objek wisata. "Karakteristik wisatawan cenderung tidak terlalu lama [durasi] liburan ke tempat wisata. Dia [wisatawan] penginnya [berkunjung] ke beberapa titik dalam sehari," ujarnya, Senin (30/12/2024).
Sementara untuk berkunjung ke destinasi wisata, wisatawan memerlukan waktu yang lebih lama. Di sana wisatawan perlu menghabiskan waktu minimal sekitar tiga jam, atau bahkan beberapa paket wisata menawarkan agar wisatawan menginap di sana untuk menikmati beberapa atraksi yang ada.
Dia menilai hal tersebut membuat segmentasi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata dan desa wisata berbeda. Wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata biasanya keluarga atau rombongan.
BACA JUGA: Berstatus Desa Wisata Terbaik, Wukirsari Sepi Saat Akhir Tahun, Pengelola: Januari Fully Booked
Di destinasi wisata biasanya konsep yang diterapkan berupa mass tourism atau wisatawan yang berkunjung dalam jumlah yang banyak. Pelayanan yang ditawarkan pada wisatawan pun standar dan harga pelayanannya pun standar.
Sementara untuk kunjungan ke desa wisata biasanya dilakukan oleh rombongan pekerja instansi tertentu, pelajar atau kelompok tertentu. Mereka mengunjungi destinasi wisata untuk belajar mengenai lokalitas yang ada. Mereka biasanya telah memesan beberapa bulan sebelum berkunjung ke desa wisata. "Desa wisata punya segmen tersendiri, libur sekolah tidak banyak [kunjungan ke desa wisata], yang banyak ke destinasi wisata," ujar dia.
Meski begitu, dia pun berupaya agar desa wisata mampu menarik perhatian wisatawan selama momen liburan. Dia pun telah mendorong agar pengelola desa wisata menciptakan paket wisata yang dapat dikunjungi wisatawan dalam waktu yang singkat. "Di Krebet ada merti dusun yang tidak terlalu lama [durasi penyelenggaraannya]," katanya.
Dengan begitu, menurutnya, desa wisata dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bantul.
Dia pun mendorong agar pengelola desa wisata menggagas inovasi dalam atraksi yang ditampilkan. Bila perlu, menurutnya, atraksi wisata yang ada dapat melibatkan wisatawan yang berkunjung ke sana. "Wisatawan mencari eksperimen [pengalaman] saat datang ke desa wisata. Ketika mereka bisa melihat, dan melakukan sesuatu [di desa wisata], itu akan memberikan kenangan tersendiri, itu akan banyak dikunjungi," ujarnya.
Selain itu, beberapa desa wisata juga menggagas konsep pelepasan lampion, penyalaan kembang api dan live music pada momen malam tahun baru. Beberapa atraksi tersebut dapat dinikmati wisatawan yang berkunjung ke Bantul selama momen Natal dan Tahun Baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.