Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Koordinator Peneliti 100 Hari Prabowo-Gibran dalam Kacamata Kelompok Muda, Iqbal Khatami, memaparkan hasil survei secara daring, Sabtu (25/1/2025)./ist zoom
Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga survei dan platform media digital berbasis di Jogja, Muda Bicara ID, mensurvei kepuasan kelompok muda terhadap 100 hari kepemimpinan Prabowo-Gibran. Hasil survei menunjukkan sebesar 76% responden menyatakan puas.
Koordinator Peneliti 100 Hari Prabowo-Gibran, Iqbal Khatami, menjelaskan survei ini menyasar pada 500 responden yang tersebar di sejumlah daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Sulawesi, Papua, Bali, Sumatera dan Kalimantan.
Responden terbanyak dari Pulau Jawa karena penduduknya paling padat. Responden terdiri dari masyarakat golongan usia 16-40 tahun dengan berbagai latar belakang profesi. Kelompok usia terbanyak yakni 24-30 tahun.
BACA JUGA: Survei Perspektif Milenial & Gen Z, 66 Persen Puas Dengan Pemberantasan Judol
Hasil survei ini menunjukkan mayoritas kelompok muda puas terhadap 100 hari kepemimpinan Prabowo-Gibran, dengan rincian 33% ssangat puas, 32% puas, 11% cukup uas, 13% tidak puas dan 11% sangat tidak puas. Jika dikelompokkan dalam puas dan tidak puas, maka sebesar 76% puas dan 24% tidak puas.
“Mayoritas responden muda memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah, yang menunjukkan keberhasilan dalam membangun kepercayaan awal di kalangan pemilih muda,” ujarnya dalam Diskusi dan Rilis Survei 100 Hari Prabowo-Gibran dalam Kacamata Kelompok Muda, secara daring, Sabtu (25/1/2025).
Meski demikian, masih ada 24% responden yang tidak puas dengan kepemimpinan Prabowo-Gibran. “Ini menjadi indikator potensi kritik atau tantangan dari kebijakan yang belum menjangkau seluruh kebutuhan publik. Pemerintah perlu terus memprioritaskan transparansi, komunikasi yang efektif, dan kebijakan yang berdampak langsung pada kebutuhan spesifik kelompok muda,” ungkapnya.
Dalam klasifikasi pekerjaan, pekerja swasta dan pelajar atau mahasiswa menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang signifikan. Temuan ini menyoroti tantangan kesejahteraan dan tekanan yang dihadapi kelompok ini.
“Untuk pekerja swasta, ketidakpuasan mencerminkan kompleksitas tantangan di dunia kerja. Mereka menghadapi isu kesejahteraan yang belum optimal, seperti upah minimum yang masih rendah di banyak daerah dan mahalnya biaya hidup,” katanya.
Pekerja juga menghadapi prekarisasi kerja yang ditandai dengan meningkatnya pekerja kontrak, minimnya jaminan sosial, dan ketidakstabilan penghasilan. Sementara untuk mahasiswa dan pelajar, tingkat ketidakpuasan yang tinggi dapat dikaitkan dengan karakteristik berpikir kritis yang mereka miliki sebagai kelompok intelektual muda.
Penanggap dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sri Nuryanti, menuturkan kepuasan kelompok muda ini tidak lepas dari euforia kelompok muda terutama pemilih pemula yang merasa terwakili oleh Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden dari generasi muda.
“Pemilih muda menurut Kompas TV ada 80 persen yang menggunakan hak pilih. Terjadi euforia sebelum pemilu 2024. Bisa jadi faktornya karena pemilih muda khususnya ferst time voters atau karena merasa diwakili dengan kehadiran Gibran yang usianya relative muda,” kata dia.
Beberapa ekspektasi terbesar dari kepemimpinan Prabowo Gibran yakni terwujudnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), stabilitas harga dan kemandirian pangan. “Masyarakat juga melihat Asta Cita presiden yang lambat laun akan bisa diwujudkan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Kakek asal Ngawi, Raden Mas Sri Parwasto, 68, meninggal setelah tertabrak kereta di Km 233+4 Kutorejo, Sragen.
Jonatan Christie tersingkir di perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Loh Kean Yew karena stamina terkuras.