Santri Muallimat Muhammadiyah Didorong Kuliah ke Luar Negeri

Newswire
Newswire Kamis, 30 Januari 2025 12:57 WIB
Santri Muallimat Muhammadiyah Didorong Kuliah ke Luar Negeri

Kegiatn Career Day di Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogykarta. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Santri Muallimat Muhammadiyah didorong untuk bisa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi luar negeri. Pihak sekolah bersama Badan Pembina Harian (BPH) Madrasah Muallimat pun memberikan pendampingan terkait perencanaan tersebut.

Salah satu program yang digulirkan untuk mengarahkan santri kelas 6 atau jenjang kelas 3 SMA/SMK adalah melalui Career Day yang memberikan beragam informasi terkait perguruan tinggi. Kegiatan ini rutinitas setiap tahun dan pada 2025 ini digelar Kamis (30/1/2025).

BACA JUGA : Grand Syekh Universitas Al-Azhar Akan Mengisi Kuliah Umum di UIN Jakarta

"Kalau sekarang mungkin masih banyak yang melanjutkan di dalam negeri, kami dari BPH akan mengupayakan agar lebih banyak lagi yang kuliah keluar negeri. Misalnya seperti di Mesir, Saudi Arabi itu sudah ada beberapa yang melanjut kesana," kata BPH Madrasah Muallimat Muhammadiyah Amika Wardana, Kamis.

Ia mengakui untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan agar bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri memang butuh sistem pendampingan yang intens. Menurutnya ada banyak syarat yang harus ditempuh, tidak sekadar kemampuan siswa atau calon mahasiswa, melainkan juga dengan sistem yang ada di Indonesia.

"Karena ijazah kita belum tentu sepenuhnya diterima di perguruan tinggi tertentu di luar negeri, sehingga harus menempuh tes tambahan. Contohnya seperti di Australia harus mengikuti beberapa tes kurikulum seperti Cambridge dan lain-lain," katanya.

Amika Wardana memastikan Muallimat sudah mengadopsi kurikulum internasional Cambridge. Sehingga proses pembelajaran berstandar internasional dan ujian setara Cambridge dan memperoleh ijazah kesetaraan. "Kemungkinan mulai tahun depan yang akan lulus dengan kurikulum. Tetapi sebenarnya sudah banyak lulusan ini yang melanjutkan ke luar negeri," katanya.

Direktur Madrasah Muallimat Muhammadiyah Jogja Unik Rasyidah memastikan madrasah sepenuhnya memberikan pendampingan dalam mempersiapkan santri untuk melanjutkan keluar negeri. Hal itu dilakukan melalui kerja sama dengan alumni, mengingat banyak alumnus yang menempuh pendidikan seperti di Al Azhar Kairo hingga Taiwan.

"Yang paling banyak memang ke Mesir, melalui berbagai program pendampingan yang kami lakukan, maka kami endorong semakin banyak lagi yang berkuliah ke luar negeri," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online