Gelar Munas di Jogja, Asosiasi IINTOA Berkomitmen Datangkan Wisatawan Mancanegara

Sunartono
Sunartono Minggu, 02 Februari 2025 15:57 WIB
Gelar Munas di Jogja, Asosiasi IINTOA Berkomitmen Datangkan Wisatawan Mancanegara

Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 di Hotel Santika, Jogja, Minggu (2/2/2025). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Biro Perjalanan Wisata terutama Inbound yang tergabung dalam Indonesia Inbound Tour Operator Association (IINTOA) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 di Hotel Santika, Jogja, Minggu (2/2/2025). Asosiasi ini memiliki komitmen untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia termasuk ke Jogja dengan kompetitif, berkualitas, bertanggung jawab dan berkelanjutan.

IINTOA merupakan asosiasi biro perjalanan Inbound Tourism. Biro ini secara khusus memberikan pelayanan kunjungan yang dilakukan penduduk suatu negara ke negara lain atau wisatawan mancanegara. Ketua Umum IINTOA Periode 2020-2025 Paul Edmundus Tallo mengatakan agenda dalam munas kali ini sebenarnya lebih ke internal organisasi. Mulai dari memilih dan mengukuhkan Ketua Umum hingga mengubah serta menyempurnakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Meski demikian sejumlah isu penting terkait pariwisata turut dibawa dalam munas.

BACA JUGA : Masa Libur Panjang Imlek 2025, Destinasi Taman Wisata Candi Dipadati Wisatawan

"Isu penting itu seperti mendorong para anggota untuk terus berkomitmen mendatangkan wisatawan mancanegara di Indonesia sebanyak-banyak. Selain itu membantu pemerintah untuk memenuhi target kunjungan wisatawan yang telah ditentukan," katanya.

Oleh karena itu ke depan, asosiasianya akan memperbanyak kerja sama dengan operator wisata dan negara asal wisatawan. Saat ini memang sudah banyak terjalin kerja sama seperti dengan Vietnam, Thailand dan beberapa negara-negara Eropa. Ke depan akan terus ditingkatkan kerja sama tersebut sehingga lebih mudah mendatangkan wisman.

Ia memastikan anggotanya mengedepankan kenyamanan dan menciptakan rasa aman kepada wisatawan mancanegara. Selanjutnya terus melakukan pengembangan berbasis teknologi dalam rangka membangun jaringan dan peningkatan jumlah tamu.

"Seperti negara di Asia memang belum semuanya kami ajak kerja sama operatornya, ke depan kami fokus juga untuk memperluas jaringan itu. Tentu kami berharap dukungan pemerintah dalam hal ini karena ada simbiosis saling menguntungkan," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menilai keberadaan asosiasi sperti IINTOA sangat dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah tentu siap berkolaborasi, apalagi asosiasi tersebut memiliki komitmen untuk mendatang wisatawan. Tentu ia berharap mereka mampu mendatangkan banyak wisatawan ke Jogja. Selain itu mendorong setiap asosiasi bisa saling bersinergi.

"IINTOA sudah memiliki komitmen untuk mengembangan pariwisata yang berkualitas, sehingga kolaborasi menjadi keniscayaan untuk dilakukan.

Ia berharap para anggota dan pengurus asosiasi ini bisa saling sinergi untuk memberikan masukan ke Pemda terkait pengembangan destinasi yang sesuai dengan keinginan para calon wisatawan mancanegara. Karena tentu ada standarisasi tertentu dengan setara internasional yang harus disediakan destinasi wisata di Jogja.

BACA JUGA : Libur Isra Mikraj dan Imlek, Bantul Raup PAD Rp1 Miliar dari Sektor Wisata

"Kebutuhan setiap wisatawan dari asal negara itu tentu berbeda, ini kami [pemerintah] butuh mendapat masukan dari pemerintah," ucapnya.

Adapun Direktur Badan Pelaksana Otorita Borobudur Agustin Peranginangin destinasi kawasan otorita Borobudur sangat potensial untuk diterapkan ke mancanegara. Dari sisi infrastruktur saat ini terus berkembang. Keberadaan Bandara YIA sangat memadai untuk mendatangkan wisatawan asing.

"Bandara YIA sudah ada, tentu destinasi di wilayah otorita borobudur ini sangat potensial untuk dipasarakan," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online