Empat Perwira Raih Adhi Makayasa 2026, Tiga Alumni Taruna
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.
Polisi menindak pelanggaran lalu lintas/istimewa Polda DIY
Harianjogja.com, KULONPROGO—Polres Kulonprogo menggelar Operasi Keselamatan Progo 2025 untuk memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H.
Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Priya Tri Handaya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar senantiasa menjaga ketertiban berlalu lintas, dan hargai pengguna jalan lain dalam rangka mencegah kecelakaan lalu lintas di wilayah ini.
"Kecelakaan lalu lintas selalu diawali oleh pelanggaran lalu lintas. Kami mengajak pengguna kendaraan untuk tertib berlalu lintas sebagai cerminan budaya bangsa. Setop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan," katanya.
Dia mengatakan pada 2024 terdapat 1.229 kendaraan roda dua yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Kulonpprogo. Dia mengimbau pengendara selalu berhati hati dan meningkatkan konsentrasi selama melintas di jalan nasional di wilayah Kulon Progo.
Priya mengatakan Kabupaten Kulonpprogo memiliki jalur nasional yang memanjang dari Temon sampai dengan Sentolo dan merupakan titik lelah bagi pengendara baik dari arah Jogja maupun dari arah Purworejo.
Karakteristik jalan nasional yang lebar dan lurus, minim tanjakan dan turunan itu, memicu pengendara dapat terlibat kecelakaan jika memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan kurang konsentrasi.
Sementara itu, Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Pasaribu mengatakan Operasi Keselamatan Progo 2025 akan berlangsung selama 2 pekan atau 14 hari ke depan. "Operasi akan kami mulai hari ini sampai 23 Februari 2025," kata Wilson.
Sebanyak 190 personel dari Polres Kulon Progo dikerahkan selama pelaksanaan operasi itu dan akan berfokus pada penindakan terkait kelengkapan berkendara, kelengkapan dokumen, aktivitas pengendara, serta pencegahan di titik rawan terjadinya pelanggaran.
Wilson mengatakan operasi akan banyak difokuskan pada jalur-jalur rawan kecelakaan dengan fatalitas tinggi. Seperti Jalan Nasional, Jalan Daendels, Jalan KRT Kertodiningrat di Kapanewon Pengasih, dan Jalan Tentara Pelajar di Wates.
"Berdasarkan kajian dan analisa yang kami lakukan, jalan-jalan tersebut memiliki tingkat fatalitas tinggi jika terjadi laka," katanya.
Wilson juga menyebut tingkat pelanggaran lalu lintas di DIY, termasuk di Kulon Progo termasuk tinggi. ''Tingkat pelanggaran lalu lintas mencapai hampir 60 persen dibandingkan jenis pelanggaran lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.