Lewat Bedah Buku, UMKM di Semin Bisa Naik Kelas
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
Perwakilan Pemda DIY menggelar ziarah ke Astana Pajimatan Imogiri pada Selasa (18/2/2025)./Stefani Yulindriani
BANTUL—Pemda DIY berziarah ke makam leluhur Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman di tiga lokasi pada Selasa (18/2/2025). Ziarah tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi DIY Ke-270.
Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setda DIY, Danang Setiyadi menyampaikan ziarah tersebut dilaksanakan di tiga lokasi yaitu Astana Kuthagedhe, Astana Pajimatan Imogiri, dan Astana Girigondo pada Selasa (18/2/2025).
Di tiga lokasi tersebut, leluhur Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pura Pakualaman, dan Kerajaan Mataram disemayamkan.
Peringatan Hari Jadi DIY tersebut sesuai dengan Perda DIY No.2/2024 tentang hari jadi DIY yang menetapkan 13 Maret sebagai Hari Jadi DIY. Dalam Perda tersebut mengamatkan beberapa kegiatan antara lain upacara, penggunaan bahasa Jawa dan penggunaan pakaian gagrak Jogja.
Selain itu ada pula Pergub DIY No. 107/2024 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peringatan Hari Jadi DIY yang mencantumkan salah satu cara peringatan Hari Jadi DIY dengan ziarah. Dalam aturan tersebut, peringatan Hari Jadi DIY dapat dilaksanakan dengan berbagai kegiatan lain dengan tema budaya antara lain ziarah ke makam leluhur Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman.
Dia menuturkan peringatan Hari Jadi DIY dengan kegiatan ziarah dan menggunakan pakaian adat Jawa, bahasa Jawa tersebut dilakukan dalam rangka melestarikan budaya Jogja. “Ini untuk nguri-uri budaya Jawa, kami juga ingin dalam kegiatan ini mengambil suri teladan dari para pendiri DIY,” katanya.
Danang menuturkan ziarah di makam leluhur tersebut dilakukan pula untuk mengambil nilai-nilai luhur yang masih dapat diterapkan oleh generasi masa kini.
Dia menuturkan peringatan hari jadi Jogja dengan menggunakan budaya tersebut dilakukan pula untuk menanamkan nilai-nilai khas Jogja pada generasi ke generasi.
Danang pun berharap agar generasi muda dapat mengambil nilai-nilai kepahlawanan dari pada pendiri DIY. “Dari nilai-nilai kepahlawan, semangat untuk menjadikan Jogja lebih baik ke depan,” katanya.
Dalam ziarah tersebut, ada sekitar 40 orang perwakilan dari Pemda DIY yang mengikuti ziarah tersebut. Mereka menggunakan busana peranakan bagi pria, dan busana semekan bagi perempuan. Di sana, perwakilan Pemda DIY melakukan tahlilan kemudian melakukan tabur bunga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
UGM mulai menerapkan penjenuhan cairan basa dengan air kapur di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Metode ini ditujukan untuk menekan bakteri Clostridium.
Ingin anak lebih mandiri? Simak enam kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan orangtua setiap hari untuk menumbuhkan tanggung jawab dan rasa percaya diri anak.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Tangguh di Padukuhan Kadipiro, Margodadi, Seyegan telah menerapkan metode bebas sangkar untuk ternak ayam mereka (cage free farm).
Pemkab Batang memperluas program seragam gratis ke SD dan SMP swasta. Anggaran Rp3,8 miliar disiapkan untuk menjangkau sekitar 23.000 siswa baru.
Media Vietnam memuji kenaikan ranking FIFA Timnas Indonesia ke posisi 118 dunia. Garuda meraih tambahan 12,25 poin usai mengalahkan Oman dan Mozambik.