Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Kepala BLKK DIY, Woro Umiratih (berdiri) saat menyampaikan sambutan dalam agenda Forum Koordinasi Publik yang digelar di kantor setempat pada Senin (24/2/2025). – Harian Jogja/Yosef Leon
JOGJA—Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY mengadakan Forum Komunikasi Konsultasi Publik sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Acara yang digelar pada Senin (24/2/2025) di kantor setempat itu menjadi wadah bagi BLKK untuk berdialog dengan berbagai pihak guna menerima masukan dan evaluasi atas layanan yang telah diberikan.
Kepala BLKK DIY, Woro Umiratih menyatakan, forum ini bertujuan untuk membangun transparansi dan meningkatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami ingin berdiskusi dan bertukar pikiran dengan masyarakat terkait layanan yang kami miliki. Karena bagaimanapun, kami adalah lembaga pelayanan publik yang harus transparan mengenai jenis layanan, standar yang kami miliki, serta produk yang dihasilkan,” ujar Woro.
Dalam forum ini, BLKK mengundang berbagai pihak, antara lain Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Kesehatan dari lima kabupaten/kota di DIY, pelaku usaha hotel dan restoran, rumah sakit, organisasi profesi seperti Kesehatan Lingkungan serta perwakilan dari Puskesmas.
Woro menjelaskan, BLKK DIY memiliki tiga jenis layanan utama, yaitu layanan medis, layanan laboratorium lingkungan, dan layanan kalibrasi peralatan kesehatan.
BACA JUGA: Ini Kata Menteri Pekerjaan Umum Soal Pembukaan Tol Solo-Jogja Fungsional Saat Lebaran
“Layanan medis mencakup pemeriksaan pasien, baik untuk orang sakit maupun pencegahan. Layanan ini mengikuti program kesehatan dari Kementerian Kesehatan, sehingga kami juga mengundang Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam forum ini,” jelas Woro.
Sementara itu, layanan laboratorium lingkungan mencakup pengujian kualitas air, limbah, makanan, dan kosmetik, sehingga melibatkan sektor usaha seperti hotel dan rumah sakit yang menggunakan jasa pengujian ini. Sedangkan layanan kalibrasi bertujuan untuk memastikan keakuratan alat kesehatan, yang banyak digunakan oleh berbagai fasilitas kesehatan di DIY.
Forum komunikasi ini menjadi agenda rutin BLKK DIY setiap tahunnya. Menurut Woro, kegiatan ini sangat penting karena memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pelanggan untuk memberikan masukan yang konstruktif.
“Kami mungkin merasa layanan yang kami berikan sudah optimal, tetapi bisa jadi ada celah kecil yang tidak kami sadari. Masukan dari pelanggan membantu kami menutup celah tersebut dan meningkatkan kualitas layanan ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, konsultasi publik ini juga membuka peluang bagi BLKK DIY untuk menambah jenis layanan baru yang dibutuhkan masyarakat atau menyempurnakan layanan yang sudah ada. “Semakin banyak informasi yang kami terima, semakin baik kami dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan memperluas cakupan layanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Donald Trump bertemu Delcy Rodriguez di sela Sidang PBB di New York. Keduanya membahas hubungan bilateral, energi, pertambangan, dan keamanan.
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Rumah warga kurang mampu di Sumberlawang Sragen ambruk. Nenek 75 tahun terluka dan rumahnya mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.