Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Suasana penyerahan dan pelepasan bantuan sembako dari Polda DIY yang menyasar mahasiswa, Kamis (27/2/2025)./ ist - Polda DIY
Harianjogja.com, SLEMAN—Memastikan ketersediaan bahan sembako aman di awal Ramadan, Polda DIY menggelar Bakti Sosial Polri Presisi yang menyasar para mahasiswa di DIY.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengungkapkan kegiatan baksos sembako sebelum bulan suci puasa rutin diadakan setiap tahun. Salah satu sasarannya ialah para mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan selama bulan Ramadan. Pasalnya dia menyebut mahasiswa perantauan yang tidak bisa pulang dan harus menetap di DIY selama bulan Ramadan.
"Karena mungkin mereka enggak pulang atau mungkin mereka tinggal di Jogja namun ada kekurangan dalam hal sembako dan ini bukan pertama kali," kata Suwondo pada Kamis (27/2/2025).
Biasanya jajaran Polda DIY mendatangi asrama-asrama yang mungkin belum mendapatkan kiriman dari pemerintah daerah atau beasiswa untuk memberikan bantuan sembako.
"Intinya di Jogja tidak boleh ada yang sampai kekurangan makanan. Itu kebersamaan yang kami bangun bersama seluruh stakeholder," katanya.
Dalam kegiatan bakti sosial ini, Polda DIY dan Polres maupun Polresta membagikan sebanyak 4.150 paket. Terdiri dari 3.000 paket oleh Polda dan 1.150 oleh Polres/Polresta.
BACA JUGA: Jadwal MotoGP Thailand 28 Februari-2 Maret 2025
"Setiap Ramadan, Natal dan Tahun Baru (Nataru) itu pasti ada kami datang ke asrama-asrama yang memang banyak yang tidak pulang, itu lalu kami cek, ada kekurangan enggak dan lain sebagainya lalu kami support," ujarnya.
Perwakilan mahasiswa yang juga Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Yogyakarta, Medaneo Wahyu Putra Wibowo menilai kegiatan baksos ini menjadi bentuk masih adanya kepedulian institusi negara untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan.
"Masih ada upaya dari institusi negara yang bergerak di bidang ketertiban dan keamanan yang berkenan untuk berbagi bahan makanan dengan teman-teman mahasiswa utamanya yang memang kadang kala mengalami kesulitan," ujarnya.
Bantuan ini nantinya akan Nadeo bagikan kepada para mahasiswa yang membutuhkan. Nadeo mengaku organisasinya punya database siapa-siapa saja mahasiswa yang membutuhkan bantuan makanan, baik dari internal organisasi maupun di luar organisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.