38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 28 Juli 2024. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat ada penurunan kunjungan wisata yang signifikan pada awal Puasa 2025. Tren penurunan ini dianggap wajar karena terjadi di setiap tahunnya.
Sub Kordinasi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, di awal puasa memang ada penurunan kunjungan. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisata di setiap destinasi Pantai dan non Pantai yang sepi pengunjung.
“Dibandingkan dengan hari biasa, penurunannya bisa mencapai 70%,” kata Supri, Minggu (9/3/2025).
Dia mencontohkan, pada saat libur akhir pekan, kunjungan wisata paling sedikit mencapai 8.000 per harinya. Namun, saat awal puasa yang datang berkunjung hanya sekitar 2.000 pengunjung per harinya.
BACA JUGA: Sepanjang 2024, Wisatawan ke Gunungkidul Tembus 3 Juta Pengunjung
“Selama puasa. rata-rata kunjungan di destinasi wisata Gunungkidul juga hanya 2.000 orang per hari. Mungkin kunjungan turun karena warga lebih fokus untuk menjalankan Ibadah Puasa,” ungkapnya.
Meski ada penurunan tingkat kunjungan di awal Puasa 2025, Supri mengaku tidak mengkhawatirkan hal tersebut. Selain sudah menjadi tradisi yang berlangsung di setiap tahunnya, pada saat memasuki akhir Puasa atau jelang Lebaran akan mulai meningkat secara signifikan.
“Jadi sudah biasa karena turunnya kunjungan hanya sementara. Saat Lebaran kunjungan akan melonjak signifikan,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta menambahkan, turunnya kunjungan wisata tidak hanya saat puasa. Pasalnya, kunjungan di Februari juga sudah menurun.
Pada Januari 2025, kunjungan wisatawan masih tergolong tinggi, terutama saat akhir pekan. Rata-rata pengunjung 15.000- 30.000 orang per harinya. Namun, memasuki Februari, jumlah pengunjung menurun drastis. Rata-rata pengunjung tidak sampai 10.000 orang per harinya meskipun saat akhir pekan.
“Kunjungan wisata menurun, salah satunya disebabkan karena cuaca buruk yang melanda Wilayah Gunungkidul. Akibatnya, wisata-wisata unggulan khususnya Pantai Selatan terpantau sepi,” katanya.
Selain faktor cuaca, penurunan kunjungan wisata juga dipicu sedikitnya hari libur pada Februari sehingga memengaruhi tingkat kunjungan.
“Mudah-mudahan memasuki akhir Puasa dan masuk Lebaran kunjungan bisa meningkat secara signifikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.