Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan memberikan keterangan kepada wartawan seusai agenda Jumat Curhat di Padukuhan Neco, Sabdodadi, Bantul pada Jumat (12/5/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA—Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, memastikan tidak ada intimidasi oleh polisi kepada pengelola akun sosial media Merapi Uncover. Ia juga mengaku kerja polisi terbantu dengan adanya informasi dari akun semacam itu.
Dugaan intimidasi tersebut muncul ketika akun Merapi Uncover yang selama ini membagikan informasi dari masyarakat, meminta pengikutnya untuk mengurangi laporan terkait kejahatan jalanan, kecelakaan dan sebagainya beberapa waktu lalu. Hal ini sebagai buntut misinformasi yang dibagikan soal korban kejahatan jalanan.
BACA JUGA: Dalam Kondisi Mabuk, Tiga Pemuda Ini Nekat Rampas Tas Milik Remaja di Mlati
Kapolda memastikan tidak ada intimidasi terhadap pengelola akun sosial media tersebut. “Kemarin polisi hanya mengecek fakta sebenarnya yang berbeda. Nah kita sudah berdiskusi tentang citizen journalism oleh Merapi Uncover atau Info Cegatan,” katanya, Rabu (12/3/2025).
Ia mengaku polisi selama ini terbantu dengan banyaknya laporan masyarakat melalui media citizen journalism. “Kita sekarang untuk kejahatan jalanan, pemerasan, kita mendapatkan info dari Merapi Uncover dan Info Cegatan. Jadi kita sangat terbantu,” paparnya.
Namun ia menyadari keterbatasan verifikasi fakta dari media citizen journalism. Maka polisi pun akan mengkroscek informasi yang dibagikan. “Setiap ada yang tidak benar kami akan membuat rilis untuk media mainstream, lalu kembali masukin ke Merapi Uncover,” ungkapnya.
BACA JUGA: Polresta Jogja Aktifkan Posko Kejahatan Jalanan Selama Ramadan
Dari pengalaman misinformasi yang terjadi di media citizen journalism, ia pun mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dan teliti ketika membagikan informasi. “Misalnya ada foto orang terluka, ya sudah lukanya aja yang ditulis. Pasti kita respons kok. Jangan persepsinya masuk ke dalam peristiwanya, kecuali memang tahu benar,” kata dia.
Polda DIY juga sudah memiliki satuan tugas (Satgas) yang merespons berita-berita yang ada di media sosial. “Efeknya bagus, misalnya ada jalanan rusak, kami dapat. Lalu kami evaluasi ada berapa kecelakaan, kami minta perbaikan jalan. Ini kerja sama tim yang luar biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Raphinha dicoret dari skuad Brasil jelang laga perdana melawan India setelah mengalami edema otot di paha kanan.
Paspor Indonesia berada di peringkat 56 dunia dengan skor mobilitas 89, sementara Singapura dan Malaysia masuk tiga besar Global Passport Power Rank 2026.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.