Razia Gabungan di Lapas Narkotika Jogja, 50 Warga Binaan Langsung Jalani Tes Urine
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Sopir bus angkutan lebaran menjalani serangkaian pemeriksaan deteksi narkoba di Terminal Jombor pads Rabu (26/3/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN–Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menggelar tes urine menyasar para sopir angkutan lebaran di Terminal Jombor. Pemeriksaan ini digelar untuk memastikan para sopir angkutan lebaran di terminal terbebas dari penggunaan narkoba sehingga dapat meningkatkan keselamatan penumpang selama mudik lebaran.
"Dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri ini kami hadir bersama teman-teman stakeholder lainnya yang pertama kami ingin meyakinkan bahwa para pengemudi yang melayani masyarakat untuk mudik berlebaran bahwa yang bersangkutan tidak dalam pengaruh narkoba," kata Kepala BNN Provinsi DIY, Andi Fairan pada Rabu (26/3/2025) di Terminal Jombor.
BACA JUGA: BNN RI Sebut 312.000 Remaja Terpapar Narkoba
Dengan memastikan pengemudi angkutan lebaran bebas dari narkoba, harapan Andi para sopir bisa melayani penumpang dengan baik, aman dan nyaman.
Andi mengungkapkan apabila penggunaan narkoba memiliki dua efek. Di samping memberi efek kecanduan, yang paling rawan narkoba juga menurunkan kesadaran diri seseorang. Aspek ini tentu berbahaya bila dialami oleh pengemudi angkutan lebaran.
"Jadi kita bisa bayangkan kalau pengemudi dalam kondisi menggunakan narkoba, saya pastikan bahwa dia dalam tidak bisa mengemudikan dengan keadaan normal. Kesadaran dirinya akan berkurang berpotensi untuk mencelakai orang termasuk juga dirinya sendiri," ujarnya.
Selain pengecekan pengemudi, BNN Provinsi DIY kata Andi juga memberikan edukasi dengan menempatkan konten-konten informasi tentang bahaya narkoba di area publik. Beberapa di antaranya dipasang seperti di bandara dan terminal.
"Kami ingin memberikan pesan bahwa suasana lebaran ini tidak boleh menggunakan narkoba harus steril dari bahaya narkoba," ungkapnya.
Tak hanya itu Andi juga menegaskan bila pihaknya akan mengawasi tempat hiburan maupun tempat wisata di periode lebaran. Hal ini untuk memastikan tidak adanya peredaran narkoba di sana.
"Kami juga mengawasi tempat hiburan kemudian wisata kami ingin meyakinkan meyakinkan bahwa masyarakat berlibur itu tidak menggunakan narkoba dan tidak ada peredaran narkoba di tempat hiburan dan wisata," tegasnya.
Pengemudi bus yang mengikuti tes urine, Solikin menilai pemeriksaan ini penting untuk meyakinkan penumpang jika dirinya terbebas dari obat-obatan terlarang. Karenanya, dia dengan sukarela mengikuti pemeriksaan ini. "Namanya kita di jalan, harus benar-benar fit badan, buat jaga penumpang biar aman," ujarnya
Tes semacam ini bukan kali pertama diikuti Solikin. Sopir bus jurusan Jogja-Sumatera itu sudah pernah mengikuti tes serupa di Solo. "Penting [tes ini], manfaatnya yang penting buat penumpang sih kalau saya, kan enggak pakai pengaruh obat atau apa, jadi aman. Namanya pakai obat kaya gitu kan enggak kendali," tandasnya.
Untuk menjaga stamina kebugaran, Solikin memilih jamu sebagai minuman yang ia konsumsi. "Kalau aku biasanya pakai jamu kalau enggak pakai susu beruang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.