ATSI: Penerapan MNP di Indonesia Bisa Butuh Waktu 34 Tahun
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperpanjang hingga 8 Mei 2025 karena masih ada potensi cuaca ekstrem, terutama saat memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad menyebut status siaga darurat bencana sedianya berakhir pada 8 April 2025.
"Bulan ini memang sudah masuk pancaroba menuju ke musim kemarau, tapi untuk antisipasi kami ajukan perpanjangan," ujar dia, Senin (7/4/2025).
Ia menjelaskan, perpanjangan status siaga ini merujuk pada informasi dari BMKG Yogyakarta yang memprediksi potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan April.
Karena itu, meski sudah memasuki masa pancaroba menuju kemarau, langkah antisipatif tetap diperlukan.
BACA JUGA: Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Parangtritis Bantul, Seorang Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia
Menurut Noviar, intensitas hujan bulan ini diperkirakan tidak sebesar Maret lalu, saat bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di DIY. Namun, potensi hujan lebat tetap ada dalam beberapa hari ke depan. "Bulan Mei itu perkiraannya sudah memasuki musim kemarau," ujarnya.
Data BPBD mencatat rangkaian bencana hidrometeorologi selama sebulan terakhir memuncak pada Jumat (28/3). Seluruh wilayah DIY atau empat kabupaten dan satu kota terdampak bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
"Kabupaten Bantul sekitar 10 kapanewon (kecamatan) terdampak banjir, di antaranya tanah longsor dan sebagainya," kata Noviar.
Di Kabupaten Gunungkidul, banjir dan longsor terjadi di delapan kecamatan. Sementara di Kulon Progo, sekitar lima kecamatan terendam banjir dan belasan titik mengalami longsor. Kota Yogyakarta dan Sleman juga terdampak tanah longsor meski skalanya lebih kecil.
BPBD Kabupaten Gunungkidul juga memutuskan memperpanjang status siaga darurat hidrometeorologi di wilayahnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sumadi menyebut keputusan itu penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. "Ini dikarenakan mulai Mei di wilayah Gunungkidul (diperkirakan) sudah memasuki musim kemarau," ucapnya.
Sumadi menambahkan, status siaga darurat juga mendukung upaya mitigasi bencana di tengah masa peralihan musim. Pihaknya aktif memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana yang mungkin muncul.
"Informasi dari BMKG, kondisi cuaca saat ini masih berpeluang terjadinya cuaca ekstrem sehingga perlu adanya kesiapsiagaan untuk menghadapi dampak bencana," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.