Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyiapkan sejumlah langkah untuk merespon kebijakan tarif impor Amerika. Hal ini untuk melindungi produsen di DIY, yang selama ini paling besar mengekspor produknya ke Amerika.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan kebijakan Donald Trump tentu saja sangat berdampak pada ekspor DIY, di mana negara tujuan utama ekspor DIY adalah Amerika yang prosentasenya mencapai 43,19% dari total ekspor DIY.
“Ekspor tujuan Amerika sebesar 212,33 juta USD tahun 2023 dan meningkatkan th 2024 menjadi 236,25 juta USD. Adapun produk unggulan yg masuk ke Amerika antara lain barang dari kertas/karton, kerajinan anyaman, barang dari kulit seperti sarung tangan, garment, furniture, kerajinan dari batu, semen dan kayu serta gula semut,” ujarnya, Selasa (8/4/2025).
BACA JUGA: Siasat Eksportir DIY Hadapi Tarif Trump
Berdasarkan informasi yang beredar, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kebijakan tersebut melalui Kementerian Perdagangan.
“Telah dilakukan koordinasi dengan Kementerian dan lembaga terkait agar beberpa langkah yang diambil Pemerintah Indonesia dapat terukur dan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.
Di level Pemda, tidak luput di DIY mengambil langkah-langkah seperti membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan IKM di DIY untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing mereka dengan berkolaborasi berbagai stakeholder.
“Mengembangkan kerja sama dengan pemerintah pusat dan lembaga lainnya untuk mendapatkan dukungan dan bantuan dalam menghadapi kebijakan tersebut. Lalu mendorong dan fokus untuk meningkatkan penggunaan produk-produk dalam negeri,” paparnya.
Selain Amerika, pasar ekspor besar Indonesia lainnya yang masih bisa diandalkan yakni Eropa dan UEA. Meski demikian, untuk pasar ekspor Amerika menurutnya masih ada peluang karena beberapa negara lain tarifnya lebih besar.
“Indonesia masih lebih bisa bersaing dibanding tarif yang dibebankan ke Cina atau negara lain yang lebih tinggi dari 32 persen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.
Waspadai pinjol ilegal dan spam. Simak 3 cara blokir nomor HP tak dikenal di Android, iPhone, dan GetContact. Lindungi saldo rekening Anda
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Belanja OnlyFans di Singapura diperkirakan mencapai US$18,8 juta pada 2026, tertinggi di Asia untuk pengeluaran per 10.000 orang dewasa.
Persib Bandung harus segera melupakan kekalahan dari Persija Jakarta karena tantangan berikutnya datang dari kompetisi Asia