Unggul Priyadi Raih Runner-up Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026
Guru Besar UII Prof. Unggul Priyadi meraih juara 2 Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026 di Bali bersama Prof. Soetriono dari Universitas Jember.
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Siswa SMP di wilayah DIY akan dihadapkan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) 2025. Hasil ASPD memang tidak menjadi syarat untuk kelulusan, akan tetapi menjadi salah satu alat ukur untuk seleksi masuk ke jenjang berikutnya.
Kepastian itu disampaikan melalui website resmi Disdikpora DIY pada Februari 2025 lalu. Dengan demikian hasil ASPD akan tetap menjadi salah satu syarat untuk pendaftaran peserta didik baru (PPDB) atau sekarang berganti menjadi sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMA 2025.
BACA JUGA: SPMB Jalur Khusus Olahraga di Bantul Dibuka, Cek Sekolah dan Kuotanya
"Hasil ASPD dapat dipergunakan sebagai salah satu alat ukur seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya dan TIDAK DIPERGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN KELULUSAN," demikian ditulis di laman resmi https://dikpora.jogjaprov.go.id/web/ppdb.
ASPD DIY dilakukan untuk mendapatkan data sekunder perihal peningkatan mutu pendidikan. Dirancang untuk menghasilkan informasi akurat tentang perkembangan mutu dari waktu ke waktu dan kesenjangan antar bagian dalam sistem pendidikan dalam rangka memperbaiki kualitas belajar mengajar dan meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Komponen materi ASPD terdiri dari Literasi Membaca, Literasi Numerasi dan Literasi Sains. ASPD dilaksanakan sebagai sarana peningkatan kompetensi peserta didik dalam literasi dan numerasi. Sekaligus menjadi salah satu dasar untuk melakukan perbaikan pembelajaran. Serta untuk memantau perkembangan mutu dan kesenjangan antar bagian/wilayah di dalam sistem pendidikan.
BACA JUGA: Disdikpora DIY Masih Menunggu Pemerintah Pusat Soal Rancangan Kuota SPMB 2025
5-7 Mei 2025: Pelaksanaan ASPD jenjang SMP
12-15 Mei 2025: Pelaksanaan ASPD Susulan jenjang SMP
19-26 Mei 2025: Penilaian sumatif akhir semester II kelas IX
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Prof. Unggul Priyadi meraih juara 2 Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026 di Bali bersama Prof. Soetriono dari Universitas Jember.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.