Warga Huntap Merapi Kini Pegang SHM, Sultan Ingatkan Jangan Dijual
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Popda DIY 2024
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman meminta agar ada pengunduran jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIY. Pasalnya, ada 73 atlet Sleman yang saat ini berstatus pelajar kelas IX SMP akan menjalani ujian akhir mulai 19 - 26 Mei 2025.
Ketua Pokja Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Pendidikan Dispora Sleman, Yuni Mulyani Asih, mengatakan jadwal pelaksanaan Popda DIY akan dimulai 21 - 25 Mei 2025. Apabila tidak ada perubahan jadwal, Yuni mengaku atlet akan kebingungan menentukan prioritas. Dampak akan menyasar capaian Popda dan akademik.
“Bisa juga ada ujian susulan, tapi bisa juga tidak ada susulan ujian. Anak-anak pasti memilih ujian. Padahal ada 73 atlet Sleman yang berbarengan dengan ujian. Kami telah bersurat ke Balai Pemuda dan Olahraga [BPO] juga. Mungkin baru ditinjau oleh BPO,” kata Yuni dihubungi, Jumat (2/5/2025).
Adapun jumlah total kontingen Sleman untuk Popda DIY ada 510, atlet ada 410 orang dan pelatih 100 orang. Mereka akan bertanding di 33 cabang olahraga, antara lain anggar, angkat besi, atletik, balap sepeda, bola basket, bola voli, bulu tangkis, bridge, catur, gate ball, gulat, hapkido, hockey, judo, karate, kempo, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak bola, sepak takraw, sepatu roda, tae kwon do, tarung derajat, tenis meja, tenis lapangan, tinju, voli pasir, wood ball, dan wushu.
BACA JUGA: Jamu PSM Makassar, Panpel PSS Sleman Sediakan 13.000 Tiket
Menurut Yuni, ada dua atlet yang cedera ketika berlatih dan telah diganti. Ada juga satu atlet sepak bolah yang perlu diganti lantaran telah lolos seleksi tim nasional. Dispora masih menunggu kabar lanjutan dari Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sleman.
“Saat ini ada materi motivator dari Psikolog dan latihan fisik rutin. Atlet paling kecil ya ada kelas lima SD, atlet catur,” katanya.
Kepala Dispora Sleman, Heru Saptono, mengatakan Pemkab Sleman berkomitmen melakukan pembinaan atlet sejak dini melalui bermacam fasilitas yang diberikan. Selain melalui kompetisi tingkat daerah dengan jenjang usia berbeda-beda, Dispora juga memfasilitasi perlengkapan kompetisi Popda DIY. Perlengkapan tersebut berupa sepatu, training pack, dan jersey.
“Kami juga mengupayakan kenaikan uang pembinaan untuk peraih medali di Popda DIY,” kata Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.