Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Pelaksanaan ASPD di Kota Jogja, beberapa waktu lalu - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Kota Jogja secara resmi telah mengumumkan hasil Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) jenjang Sekolah Dasar (SD). Terdapat 15 siswa peraih nilai tertinggi ASPD 2025 jenjang SD.
Adapun pengumuman hasil ASDP bisa diakses setiap siswa melalui link yang dibagikan oleh panitia ASPD kepad apihak sekolah dan diteruskan ke siswa. Hasil ASPD jenjang SD tersebut bisa diakses para siswa mulai Selasa (3/6/2025) dinihari pukul 00.00 WIB. Siswa cukup memasukkan nomor ujian dan password kemudian bisa langsung mengakses nilainya masing-masing.
Berdasarkan data yang diterima Harianjogja.com dari Dinas Pendidikan Kota Jogja terdapat 15 peraih nilai tertinggi ASPD. Menariknya ada satu siswa yang mampu membukukan poin sempurna 300,00. Siswa tersebut atas nama Ayla Naznin Amira Hantoro berada di urutan pertama alias peringkat teratas sebagai peraih niali tertinggi ASPD di Kota Jogja. Ayla Naznin Amira Hantoro merupakan siswa dari SDIT Luqman Al Hakim.
BACA JUGA: Ini Daftar Lokasi Pawai Takbir Keliling 2025 di Jogja, Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Dengan meraih poin 300,00 tersebut, maka siswa tersebut mampu membukukan nilai 100 di tiga kategori yang diujikan yaitu Membaca, Numerasi dan Sains. Artinya seluruh soal dikerjakan dengan benar dan tanpa ada kesalahan.
Secara umum SD di bawah naungan Muhammadiyah masih mendominasi siswa yang memiliki nilai ASPD 2025 tertinggi. Tercatat dari 15 siswa peraih nilai tertinggi, sebanyak tujuh di antaranya berasal dari SD Muhammadiyah.
1. Ayla Naznin Amira Hantoro
Nilai: 300,00
Asal Sekolah: SD Islam Terpadu Luqman Al Hakim
2. Earnestito Fairuzul Mumtaz
Nilai: 297,50
Asal Sekolah: SD Negeri Tamansari 1
3. Fakhira Shakila Khanza
Nilai: 295,00
Asal Sekolah: SD Negeri Dalem
4. Arkaan Nareswara Handoko
Nilai: 295,00
Asal Sekolah: SD Muhammadiyah Karangkajen II
BACA JUGA: Menteri PU Dody Hanggodo Minta Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Jogja-Bawen Dipercepat
5. Gavineo Muhammad Raffa Ararya
Nilai: 294,64
Asal Sekolah: SD Negeri Ungaran 1
6. Alisha Zaskia Sakuraputri
Nilai: 294,64
Asal Sekolah: SD Negeri Glagah
7. Dyandra Fyra Putra Listianugroho
Nilai: 294,64
Asal Sekolah: SD Negeri Pujokusuman 1
8. Teuku Muhammad Allie Fachrie
Nilai: 294,29
Asal Sekolah: SD Muhammadiyah Sapen 1
9. Muhammad Khoirul Azzam
Nilai: 294,29
Asal Sekolah: SD Muhammadiyah Nitikan
10. Akhtar Fahrezi Prabaswara
Nilai: 294,17
Asal Sekolah: SD Negeri Ngabean
11. Muhammad Irfan Karunia Putra
Nilai: 293,81
Asal Sekolah: SD Muhammadiyah Sapen 2
12. Humaira Najma Azzahra
Nilai: 292,50
Asal Sekolah: SD Muhammadiyah Karangkajen II
13. Husna Nurraihan
Nilai: 292,14
Asal Sekolah: SD Muhammadiyah Sapen 1
14. Nararya Abhiseka Yoshintano
Nilai: 291,79
Asal Sekolah: SD Intis School Yogyakarta
15. Zaki Orzora Fadhil
Nilai: 291,67
Asal Sekolah: SD Muhammadiyah Sapen 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan