Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Sejumlah tokoh di Kelurahan Klitren Kota Jogja. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Nama-nama perkampungan di Kota Jogja memang menarik untuk disimak sejarahnya. Salah satunya Klitren yang secara administratif berada di Kemantren (Kecamatan) Gondokusuman, Kota Jogja. Konon, nama kampung ini ternyata berasal dari fakta bahwa dahulunya dihuni oleh para buruh yang bekerja di kereta api.
Memang secara geografis, hipotesis bahwa Klitren dahulu merupakan tempat tinggal para buruh kereta api adalah wajar. karena jaraknya sangat dekat dengan Bengkel PT KAI Balai Yasa serta Stasiun Lempuyangan Jogja. Menariknya, para tokoh masyarakat lintas iman hingga budayawan berusaha untuk mengungkap kembali sejarah ini lewat sebuah pementasan sendratari dalam rangkaian Kirab Gunungan Undhuh-unduh 2025 yang digelar pada Minggu (8/6/2025).
BACA JUGA: Dispar Jogja Targetkan Kunjungan Wisatawan Capai 5,5 Juta Sepanjang 2025
"Sejarahnya memang demikian, nama Klitren itu berasal dari kata Kuli atau buruh, kemudian Train atau kereta api yang kemudian karena lidah orang Jawa digabung menjadi Klitren," kata Budayawan Jogja Suwarto, Rabu (4/6/2025).
Berdasarkan sejarah, pada periode kolonial Belanda di sekitar stasiun kereta api Lempuyangan banyak orang mencari nafkah sebagai pengangkut barang. Mereka membawa barang yang akan dinaikkan maupun diturunkan dari gerbong kereta api.
Para pekerja itu dinamakan kuli train (buruh sepur). Orang Jawa sulit mengucapkan kata kulitrain, maka melafalkan klitren. Dari lafal tersebut, kawasan yang ditinggali barisan kuli kereta api di seputar stasiun Lempuyangan itu dinamai Kampung Klitren.
Suwarto menambahkan dalam Kirab Gunungan Undhuh-unduh 2025, pihaknya berusaha menyuguhkan kembali sejarah tersebut sebagai salah satu pengingat khususnya generasi muda. Bentuknya berupa sendratari yang rangkaiannya akan dipentaskan di Depan GKJ Gondokusuman atau di Jalan Wahidin Sudirohusodo.
"Sendratari ini akan menceritakan tentang terjadinya atau sejarah kampung Klitren. Ini sekaligus nanti bisa menjadi tetenger. Kebetulan Kampung Klitren ini memiliki rel yang disebut dengan Kiai Klitren," katanya.
Ketua Panitia Kirab Gunungan Undhuh-unduh 2025 Joko Pamungkas menambahkan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara GKJ Gondokusuman, RKB Kelurahan Klitren dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jogja. Rencana kirab akan diikuti enam andong kehormatan, 20 gunungan, drum band, barongsai dengan diikuti ratusan warga.
Kirab akan dimulai pukul 09.00 WIB dari Kantor Kelurahan Klitren melintasi Jalan Solo dan Jalan Wahidin Sudirohusodo dan berakhir di Embung Langensari. "Di depan GKJ Gondomanan ini akan ada prosesi sendratari, sambutan Wali Kota Jogja dan pemberkatan gunungan oleh enam tokoh agama," katanya.
Ia menilai kegiatan itu merupakan simbol kuat dalam keberagaman serta menjadi pengingat bahwa doa, syukur dan toleransi bisa berjalan beriringan di ruang publik. "Untuk rayahan Gunungan di Embung Langensari," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.