OJK DIY Catat 12.000 Laporan Penipuan Digital, Kerugian Rp100 Miliar
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman mencatat ada 8.181 objek investasi baru sejak awal 2025 hingga 23 Juni 2025. Dari jumlah itu, sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mendominasi.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda, Eni Sulistyawati, mengatakan ada 8.142 objek investasi sektor UMK dan 39 non-UMK dengan rincian penanaman modal asing (PMA) ada tiga dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) ada 36. Dengan begitu, jumlah nomor induk berusaha (NIB) yang telah dikeluarkan ada 8.181.
BACA JUGA: Satlantas Polresta Sleman Limpahkan 139 Sepeda Motor Barang Bukti Tilang ke Kejari Sleman
Khusus PMA, dua objek investasi berada di Kapanewon Depok dan satu di Kapanewon Mlati. Ketiganya bergerak di sektor perdagangan dan pariwisata. “Kalau realisasi investasi triwulan dua belum ada. Triwulan dua baru dibuka pelaporannya tanggal 1 sampai 10 Juli 2025. Kemungkinan datanya keluar di akhir Juli 2025,” kata Eni dihubungi, Kamis (26/6/2025).
Adapun target investasi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk Kabupaten Sleman pada 2025 sekitar Rp2,5 triliun. Menurut Eni, Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Jogja - Solo akan sangat membantu dalam menambah nilai investasi di Bumi Sembada.
Pasalnya, realisasi investasi PSN Tol Jogja - Solo dapat menyentuh Rp1 triliun. Sedangkan, rata-rata realisasi investasi di Sleman non-PSN berada di range Rp1 triliun hingga Rp1,3 triliun.
Disinggung mengenai daya tarik, Sleman terus memberi kemudahan bagi investor untuk menanamkan modal mereka. Pemberian insentif dan potongan pajak bagi investor juga memicu pertumbuhan investasi di Sleman dengan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pemberian Insentif Dan Kemudahan Investasi.
Adapun enam wilayah yang menjadi lokasi favorit objek investasi ada Kapanewon Depok, Gamping, Sleman, Mlati, Ngaglik, dan Ngemplak.
Di lain pihak, Ketua Tim Kerja Perumahan Formal Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Agung Yuntoro, mengatakan pihaknya juga memiliki peran dalam menarik investor masuk ke Bumi Sembada.
Salah satu program yang dapat menarik investor masuk adalah pembangunan rumah bersubsidi. Agung mengaku sempat bertemu salah satu investor yang berencana membangun rumah bersubsidi di Sleman. “Mendatangkan investor juga tidak mudah,” kata Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.