Pemerintah Anggarkan Rp639,6 Triliun untuk 43 Program Bansos
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Ilustrasi suhu dingin - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Suhu udara dingin di DIY belakangan ini disebabkan menguatnya angin Monsun Timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dang dingin.
"Kondisi suhu udara yang lebih dingin ini karena adanya pergerakan massa udara dari Australia yang membawa massa udara dingin dan kering melewati wilayah Indonesia atau disebut dengan Monsun Dingin Australia," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Jogja Warjono, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resmi di Jogja, Jumat (11/7/2025).
Warjono menjelaskan suhu minimum terendah yang tercatat di wilayah DIY dalam periode 30 hari terakhir terjadi pada 9 dan 10 Juli 2025 di wilayah Pakem, Kabupaten Sleman yang menyentuh 18 derajat Celsius.
Menurut dia, fenomena ini dalam istilah lokal dikenal sebagai bediding dan lazim terjadi selama puncak musim kemarau.
Suhu dingin yang terasa di kota gudeg, kata dia, juga turut dipengaruhi rendahnya kelembaban udara, karena kandungan uap air di dalam tanah dan udara yang menipis.
"Tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima di siang hari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terlepas dan hilang ke angkasa," ujar Warjono.
Ia menambahkan fenomena bediding ini diperkirakan akan berlangsung selama periode puncak musim kemarau pada rentang Juli hingga Agustus 2025.
"Kami mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, cukup minum air, menjaga pola tidur, serta mengenakan pakaian hangat saat malam hingga pagi hari," katanya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Jogja Yudhit Adiyatma menambahkan bahwa angin Monsun Timuran secara umum bertiup dari Benua Australia ke Benua Asia pada periode April hingga Oktober setiap tahun.
Angin tersebut bersifat kering karena berasal dari wilayah bertekanan tinggi dan tidak banyak mengandung uap air.
"Bayangkan rambut kita yang kering setelah berenang di laut, begitulah udara yang dibawa oleh angin Monsun Timur. Angin Monsun Timuran ini adalah indikator musim kemarau bagi wilayah Indonesia," tutur Yudhit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Jadwal SIM Polda DIY Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIM Keliling, SIM Corner, SKUKP, dan syarat perpanjangan SIM.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Jumat, 23 Oktober 2026, berawan di lima wilayah dengan suhu 23–32 derajat Celsius.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.