92.055 Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan, Tepus Wilayah Terparah
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Maskot Porda 2025. /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul tidak hanya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2025. Namun, juga terpilih menjadi penyelenggara Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) yang akan diselenggarakan mulai 23 Agustus 2025.
Ketua Panitia Peparda dan Porda 2025, Choirul Agus Mantara optimistis Porda dan Peparda DIY yang diselenggarakan di Gunungkidul dapat berjalan dengan lancar. Hal ini tak lepas dari kesiapan venue untuk penyelenggaraan dua even olahraga tersebut.
“Semuanya sudah siap. Tapi, tetap kita monitoring sehingga benar-benar siap saat dipergunakan,” kata Mantara, Selasa (22/7/2025).
Dia menjelaskan, venue yang digunakan untuk Porda dan Peparda tidak berbeda jauh. Namun, Mantara memastikan even Peparda dilaksanakan terlebih dahulu karena berlangsung di akhir Agustus 2025.
Oleh karena itu, Mantara memastikan pelaksanaan Peparda bisa menjadi ajang persiapan final sebelum pelaksanaan Porda yang rencananya digelar 9-19 September 2025. “Jadi kalau Peparda akan diselenggarakan mulai 23-30 Agustus 2025,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto menambahkan, untuk persiapan penyelenggaraan porda di tahun ini mendapatkan anggaran Rp2 miliar. Pagu dipergunakan dalam upaya menyempurnakan arena yang dipersiapkan dalam penyelenggaraan porda.
Beberapa arena yang selesai dibangun di antaranya pengerasan tempat parkir di Stadion Handayani beserta fasilitas olahraga atletik. Selain itu, rumput di stadion juga sudah diganti dan area tribun juga sudah siap.
Adapun venue panjat dinding; konstruksi lapangan tembak di Kodim 0730/GK, lapangan voli pasir hingga pembangunan lapangan voli outdor di Kalurahan Siraman, Wonosari juga sudah selesai dikerjakan. “Ada juga pemasangan atap untuk lapangan tenis di Bangsal Sewokoprojo,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, sebagai tuan rumah porda merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Oleh karena itu, penyelenggaraan harus dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
“Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat jati diri dan menunjukkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan ajang besar,” katanya.
Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan dengan matang. Rapat koordinasi yang dilakukan bukan sekadar seremonial, tapi wujud keseriusan pemkab dalam mempersiapkan penyelenggaraan porda.
“Semua pihak harus berkolaborasi dan memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik hingga penyelenggaraan porda selesai. Porda harus sukses, arena harus ramah disabilitas, layanan harus humanis, dan partisipasi masyarakat harus menyeluruh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.
Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki dan tidak rata.
Daftar Kapolri dari masa ke masa sejak 1945. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26 setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Portugal. Media melaporkan akun Timnas Portugal kehilangan sekitar 500 ribu followers setelah kabar tersebut mencuat