7 Kapal Tenggelam di Gilimanuk, Truk ODOL Kembali Disorot
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Sejumlah dosen berdiskusi di Laboratorium Fakultas Kedokteran. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat yang ingin berkuliah di Fakultas Kedokteran saat ini kian terbuka. Universitas Alma Ata (UAA) Jogja secara resmi telah membuka Fakultas Kedokteran. Keputusan pembukaan itu diluncurkan setelah mendapatkan izin pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi di Universitas Alma Ata per 28 Juli 2025.
Rektor Universitas Alma Ata Profesor Hamam Hadi menjelaskan izin pembukaan Fakultas Kedokteran akhirnya diperoleh setelah melalui proses panjang selama beberapa tahun. Mulai dari mempersiapkan secara administratif hingga kesiapan fisik dari fasilitas kampus seperti laboratorium yang lebih modern.
Hamam menegaskan seluruh infrastruktur untuk mendukung proses perkuliahan di Fakultas Kedokteran di kampusnya pun telah siap. "Termasuk laboratorium untuk Prodi Kedokteran kami juga sudah siap semuanya, bahkan paling awal sudah dicek, termasuk oleh Kemenkes terkait fasilitas ini sampai akhirnya, Alhamdulillah kami mendapatkan izin resmi membuka Kedokteran," katanya, Kamis (31/7/2025).
BACA JUGA: AMDS 2025, Teguhkan Kekuatan Fakultas Kedokteran ASEAN di Kancah Global
Ia berharap pembukaan prodi ini mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan membawa manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan kedokteran. Pendirian Fakultas Kedokteran ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk menjawab kebutuhan tenaga medis profesional yang berintegritas dan berdedikasi tinggi, khususnya untuk wilayah yang selama ini masih kekuarangan tenaga medis.
Pemberian izin tersebut sekaligus menunjukkan eksistensi UAA sebagai kampus swasta yang inovatif dan progresif yang diharapkan mampu mencetak lulusan dokter siap mengabdi kepada masyarakat, dengan kualitas layanan medis yang cepat, profesional dan terjangkau.
"Dengan capaian ini, Universitas Alma Ata tidak hanya menegaskan diri sebagai kampus unggulan di Jogja, tetapi juga turut menjawab tantangan besar dalam pemerataan tenaga kesehatan di seluruh penjuru negeri. Lebih dari 50 persen prodi kami terakreditasi unggul atau bahkan internasional. ," katanya.
Mahasiswa baru Fakultas Kedokteran akan langsung dibuka untuk perkuliahan tahun akademik 2025/2026. Kampus ini berusaha mematahkan mitos bahwa kualitas Perguruan Tinggi Swasta kalah dengan Perguruan Tinggi Negeri dengan memberikan layanan terjangkau namun fasilitasnya sangat memadai. Salah satunya dengan membuka gelombang khusus yang cukup hanya membaya UKT saja.
"Gelombang khusus ini, mahasiswa tidak ditarik uang apa pun. Tidak ada sumbangan akademik, sumbangan sukarela, apalagi uang pembangunan, tidak ada. Cukup UKT saja," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.