Febri Diansyah Resmi Dampingi Febrie Adriansyah di Kasus TPPU
Febri Diansyah resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah dan mengungkap pemeriksaan awal dengan sekitar 20-30 pertanyaan dalam kasus TPPU.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui media di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/7/2025)./Harian Jogja-LUS
Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pelestarian pusaka harus terus berkembang agar lebih inklusif, responsif, dan berakar pada kesadaran kolektif masyarakat.
"Cara menjaganya perlu terus berkembang agar lebih inklusif, lebih responsif, dan lebih berakar pada kesadaran kolektif masyarakat kota itu sendiri. Karena sejatinya yang ingin dirawat bukan hanya objek, tetapi jati diri yang terus hidup di dalamnya," ujar dia saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta, Rabu.
Rakernas yang mengusung tema "Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan" itu, diikuti 58 delegasi JKPI berasal dari berbagai daerah.
Ia menilai pelestarian pusaka tidak cukup dilakukan secara administratif atau simbolik.
Raja Keraton Yogyakarta itu, meminta pendekatan yang digunakan mampu menyentuh masyarakat secara nyata.
"Kita bukan hanya penjaga pusaka, tapi penggerak yang mampu menempatkan warisan sumber daya nilai dalam membentuk masa depan kota secara cerdas, beretika, dan kontekstual," ucapnya.
BACA JUGA: Indonesia Street Performance, Gambaran Peradaban dalam Nusantara Menari
Menurut dia, tantangan dalam merawat pusaka telah berubah signifikan jika dibandingkan dengan satu dekade lalu seiring dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan cara manusia berinteraksi dengan ruang yang semakin kompleks.
Sri Sultan menuturkan DIY telah mengalami sendiri bagaimana pusaka menghadapi tekanan ruang, desakan ekonomi, dan ekspektasi masyarakat yang terus berubah.
Di tengah itu semua, menurut dia, DIY belajar menjaga pusaka tidak hanya sebagai objek, tetapi sebagai proses sosial yang hidup, yang harus terus dirawat lewat dialog, partisipasi, dan keberanian membaca ulang konteks.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut setiap anggota JKPI memiliki identitas khas dengan segala warisan budayanya.
Ia berharap, jaringan tersebut dapat terus menjadi wadah saling berbagi pengetahuan dan memperkuat advokasi pelestarian.
"Mari senantiasa saling menguatkan dukungan pada perlindungan budaya," kata dia.
Ketua Presidium JKPI yang juga Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengatakan JKPI terus berupaya menjaga pusaka sejarah di tengah tekanan pembangunan.
Setiap wilayah yang memiliki pusaka, menurut dia, perlu menjaga dan merawat warisan itu.
Ia menilai Yogyakarta contoh daerah yang memiliki sejarah panjang merawat pusaka dalam segala bentuknya.
"Mari belajar bersama merawat dan melestarikan kebudayaan di daerah masing-masing. Dari kota warisan menuju kota masa depan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Febri Diansyah resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah dan mengungkap pemeriksaan awal dengan sekitar 20-30 pertanyaan dalam kasus TPPU.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong