Antrean Ketapang-Gilimanuk 17 Km, Dermaga Jadi Kendala
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Ilustrasi cek kesehatan./freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kader Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Bantul diusulkan untuk mendatangi sekolah guna jemput bola Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa. Usulan ini disampaikan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul.
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto di Bantul, Selasa, mengatakan, terkait dengan akselerasi pemeriksaan CKG bagi anak sekolah di Bantul, pihaknya sudah diundang instansi terkait untuk melakukan koordinasi bagaimana teknis layanan kesehatan itu.
"Untuk CKG bagi anak sekolah kita baru diundang koordinasi saja. Nanti, kelihatannya petugas puskesmas yang datang ke sekolah, kalau kami mengusulkan puskesmas yang datang, kalau anak-anak sekolah yang ke sana repot banget," katanya, Selasa (12/8/2025).
Meski demikian, kata dia, kapan dimulainya pemeriksaan kesehatan bagi siswa sekolah baik sekolah dasar maupun menengah pertama (SD dan SMP) belum ada kepastian, karena masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Kesehatan setempat.
BACA JUGA: Jalan di Perbatasan Sukoharjo-Semin Gunungkidul Rusak Parah
"Intinya kami siap karena kami kan sasaran pemeriksaan kesehatan adalah murid murid kita, sehingga nanti apapun skenario seperti apa nanti kita ikut dari skenario dari Dinkes," katanya.
Nugroho mengatakan, sasaran dari CKG bagi anak sekolah kemungkinan besar menyasar siswa baru atau mereka yang baru diterima pada tahun anggaran 2025/2026. Langkah tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sejak dini.
"Untuk mengetahui tingkat kesehatan murid, karena kadang kadang kan murid itu tidak mengetahui kondisi tubuhnya seperti apa, sehingga ketika kita mengetahui sejak dini harapannya sehat," katanya.
Akan tetapi, dia menambahkan ketika ada sesuatu atau masalah kesehatan anak yang perlu diperhatikan lebih lanjut, makasih bisa segera dilakukan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas maupun ke rumah sakit agar bisa segera dilakukan pengobatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam mengetahui kondisi kesehatan siswa sekolah selama ini juga sudah dilakukan melalui sekolah yang sudah ada kerja sama dengan puskesmas setempat, meski belum semua sekolah menerapkan hal itu.
"Kadang sudah ada kerja sama dari sekolah dengan puskesmas setempat, termasuk pemberian pemberian vitamin A itu kan sudah rutin. Kalau obat cacing dan lain sebagainya yang mengetahui langsung dari Dinkes, kalau dulu iya, tapi sekarang belum cek lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.