Gempa M 5,3 Guncang Kupang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Foto ilustrasi pelaksanaan wisuda. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Peluang sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan perhotelan masih tinggi untuk bisa terserap di dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri. Pasalnya saat ini bermunculan destinasi wisata baru yang membutuhkan kalangan profesional dari perguruan tinggi.
Kepala LLDIKTI Wilayah V Profesor Setyabudi Indartono mengatakan peluang lulusan SDM bidang pariwisata untuk tersedot di dunia kerja masih sangat tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Meski pun seperti negara Amerika Serikat melakukan pembatasan namun di negara lain masih terbuka lebar seperti Australia, Jepang, Timur Tengah.
BACA JUGA: Libur Sekolah, Kota Jogja Mulai Dipadati Bus Pariwisata
"Bahkan peluang SDM dalam negeri saja masih sangat banyak. Coba dicek di setiap destinasi wisata SDM-nya sudah profesional atau belum, dengan adanya lulusan yang secara khusus di bidang pariwisata maka tentu akan sangat dibutuhkan di setiap destinasi," katanya di sela wisuda Stipram, Rabu (20/8/2025).
Oleh karena itu ia mendorong setiap prodi pariwisata agar terus meningkatkan kerja sama dengan destinasi wisata dengan harapan mempermudah lulusan terserap di dunia kerja. Tingginya peluang SDM Pariwisata untuk bisa terserap ini tak lepas dari jumlah prodi yang belum terlalu banyak.
"Jadi peluang itu masih sangat banyak, apalagi sekarang banyak destinasi wisata baru. Kalau hanya mengandalkan masyarakat lokal tentu berbeda ketika ada sentuhan dari kalangan SDM profesional. Karena prodi juga untuk sarjana dan diploma ini masih bisa berkembang," ucapnya.
Keua Stipram Suhendryono mengatakan para lulusan sudah dibekali dengan berbagai kompetensi sehingga dipastikan telh berstatus sebagai SDM profesional di bidang pariwisata maupun perhotelan. Pasalnya saat masih menjalani perkuliahan mereka tidak hanya mendapatkan materi di bangku kuliah saja, namun juga terjun langsung ke sektor industri.
BACA JUGA: Liburan Sekolah Usai, 475.500 Orang Mengunjungi Destinasi Wisata di Sleman
"Jumlah yang diwisuda total 835 orang terdiri atas Sarjana 551 orang, Diploma 249 orang dan magister sebanyak 45 orang. Tentu kami berharap mereka bisa berkontribusi positif untuk pembangunan pariwisata di berbagai wilayah Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.