Pria Pacitan Disiram Cairan Kimia saat Berangkat ke Pasar
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Foto ilustrasi pelaksanaan wisuda. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Peluang sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan perhotelan masih tinggi untuk bisa terserap di dunia kerja baik di dalam maupun luar negeri. Pasalnya saat ini bermunculan destinasi wisata baru yang membutuhkan kalangan profesional dari perguruan tinggi.
Kepala LLDIKTI Wilayah V Profesor Setyabudi Indartono mengatakan peluang lulusan SDM bidang pariwisata untuk tersedot di dunia kerja masih sangat tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Meski pun seperti negara Amerika Serikat melakukan pembatasan namun di negara lain masih terbuka lebar seperti Australia, Jepang, Timur Tengah.
BACA JUGA: Libur Sekolah, Kota Jogja Mulai Dipadati Bus Pariwisata
"Bahkan peluang SDM dalam negeri saja masih sangat banyak. Coba dicek di setiap destinasi wisata SDM-nya sudah profesional atau belum, dengan adanya lulusan yang secara khusus di bidang pariwisata maka tentu akan sangat dibutuhkan di setiap destinasi," katanya di sela wisuda Stipram, Rabu (20/8/2025).
Oleh karena itu ia mendorong setiap prodi pariwisata agar terus meningkatkan kerja sama dengan destinasi wisata dengan harapan mempermudah lulusan terserap di dunia kerja. Tingginya peluang SDM Pariwisata untuk bisa terserap ini tak lepas dari jumlah prodi yang belum terlalu banyak.
"Jadi peluang itu masih sangat banyak, apalagi sekarang banyak destinasi wisata baru. Kalau hanya mengandalkan masyarakat lokal tentu berbeda ketika ada sentuhan dari kalangan SDM profesional. Karena prodi juga untuk sarjana dan diploma ini masih bisa berkembang," ucapnya.
Keua Stipram Suhendryono mengatakan para lulusan sudah dibekali dengan berbagai kompetensi sehingga dipastikan telh berstatus sebagai SDM profesional di bidang pariwisata maupun perhotelan. Pasalnya saat masih menjalani perkuliahan mereka tidak hanya mendapatkan materi di bangku kuliah saja, namun juga terjun langsung ke sektor industri.
BACA JUGA: Liburan Sekolah Usai, 475.500 Orang Mengunjungi Destinasi Wisata di Sleman
"Jumlah yang diwisuda total 835 orang terdiri atas Sarjana 551 orang, Diploma 249 orang dan magister sebanyak 45 orang. Tentu kami berharap mereka bisa berkontribusi positif untuk pembangunan pariwisata di berbagai wilayah Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.