JJLS Kelok 23 Bantul Ditargetkan Dibuka Penuh Agustus 2027
JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati ditargetkan dibuka penuh Agustus 2027 setelah evaluasi uji coba dan penambahan fasilitas keselamatan.
Kapal milik nelayan tidak digunakan melaut selama ombak tinggi di Pantai Depok pada Kamis (13/6). /Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL— Lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bantul berubah. Awalnya, lokasi KNMP semula di Pantai Kuwaru namun keputusan terbaru dipindah ke Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Srandakan.
Menurut Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Kristanto Kurniawan, kebijakan tersebut diputuskan setelah tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan verifikasi lapangan pada Senin (18/8/2025).
“Pertimbangannya, di Pantai Kuwaru jumlah nelayan sedikit dan infrastruktur banyak yang harus dibenahi. Sementara Pantai Baru dinilai lebih siap untuk segera memberi dampak positif setelah pembangunan selesai,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
BACA JUGA: Eks Wamenaker Tutup Mulut Saat Terima Uang Rp3 M dari Kasus Pemerasan Sertifikat K3
Di lokasi baru ini, lahan tersedia mencapai 11.000 meter persegi, tapi hanya sekitar 5.000–8.000 meter persegi yang akan digunakan. Pembangunan KNMP akan mencakup lapak perahu, sentra kuliner, balai nelayan, dan perbaikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sudah ada.
“Ada juga lapak pasar ikan, area parkir, MCK, musala, dan gapura penanda,” jelas Kristanto. Selain fasilitas utama, sarana pendukung seperti tempat pertemuan juga disiapkan untuk menunjang aktivitas komunitas nelayan.
Pembangunan KNMP di Pantai Baru diusulkan melalui hibah dari pemerintah pusat. Anggaran yang diajukan sekitar Rp20 miliar, meski nilai resmi masih menunggu konfirmasi dari KKP.
“Target kami akhir tahun ini sudah bisa selesai. Kabupaten hanya mengusulkan dan memfasilitasi perizinan, sementara pembangunan akan dibiayai pusat,” kata Kristanto.
BACA JUGA: Salahgunakan Dana Negara, Mantan Presiden Sri Lanka Resmi Ditahan
Lurah Poncosari, Supriyanto menyatakan, KNMP merupakan program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan pesisir berbasis komunitas.
“Program ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan nelayan, dan menciptakan ekosistem berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan relokasi ke Pantai Baru, diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi nelayan serta masyarakat pesisir Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati ditargetkan dibuka penuh Agustus 2027 setelah evaluasi uji coba dan penambahan fasilitas keselamatan.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.