DPRD DIY dan DPAD DIY Edukasi Masyarakat Waspadai Jerat Judol
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus menularkan semangat literasi kepada masyarakat.
Pembukaan Jogja Book Fair 2025 di DPAD DIY pada Kamis (5/9/2025). Stefani Yulindriani/Harianjogja
JOGJA–Pembukaan Jogja Book Fair 2025 digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Kamis (4/9/2025). Agenda tahunan ini menghadirkan beragam kegiatan literasi, diskusi, hingga pertunjukan seni yang berlangsung hingga 14 September 2025.
Penjabat (Pj.) Sekda DIY, Aria Nugrahadi saat membacakan sambutan Wakil Gubernur DIY, menekankan pentingnya membaca sebagai kebutuhan dan gaya hidup, meski tantangan budaya literasi di tengah gempuran digitalisasi masih yang terjadi saat ini.
BACA JUGA: Siap-siap, Jogja Book Fair Kembali Digelar, Catat Tanggalnya
“Melalui Jogja Book Fair, mari kita jadikan membaca sebagai kebutuhan hidup, gaya hidup, bahkan sebagai sumber kebahagiaan. Jogja sebagai kota pelajar punya tanggung jawab moral menjadi teladan dalam gerakan literasi nasional,” katanya.
Sementara Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho menuturkan penyelenggaraan kegiatan tersebut juga didukung dengan Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Menurutnya, Danais tidak hanya menjaga tradisi masa lampau, tetapi juga menghidupkan masa depan lewat literasi.
“Semangat kolaborasi ini menegaskan peran Danais dalam menopang ekosistem literasi dan kebudayaan,” katanya.
Kepala DPAD DIY, Kurniawan menilai Jogja Book Fair tahun ini istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi, 13 tahun UU Keistimewaan DIY, dan Hari Literasi Internasional. Setidaknya, ada puluhan agenda yang digelar sebagai rangkaian Jogja Book Fair 2025, antara lain talkshow, bedah buku, diskusi komunitas, hingga pertunjukan seni.
“Melalui kegiatan ini kami berharap literasi semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong roda perekonomian, terutama UMKM,” katanya.
Sementara itu, Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif menilai Jogja Book Fair 2025 bukan sekadar pameran buku, tetapi ruang inklusi dan sinergi lintas sektor. “Di balik layar, penerbit, penerjemah, dan pelaku industri kreatif sibuk menghadirkan bacaan. Dari bacaanlah kebijakan lahir, pemikiran tumbuh, dan masyarakat bisa belajar banyak nilai dari para tokoh dunia,” katanya.
Ketua Komisi D DPRD DIY, R.B. Dwi Wahyu menyampaikan apresiasi dan memastikan agenda serupa akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. “Semoga acara ini terselenggara dan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat,” katanya.
Gelaran ini menghadirkan sederet tokoh literasi, sastrawan, dan budayawan, di antaranya Okky Madasari, Ratih Kumala, Agus Mulyadi, Kalis Mardiasih, Sabrang Mowo Damar Panuluh, hingga Dr. Fahruddin Faiz. Selain itu, ada pula kompetisi literasi seperti lomba baca puisi, menggambar, mewarnai, hingga Fashion Show Dongeng Nusantara.
Jogja Book Fair 2025 digelar dengan adanya kolaborasi DPAD DIY, IKAPI Jogja, Paniradya Kaistimewan DIY, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, dan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus menularkan semangat literasi kepada masyarakat.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.