Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Bupati Sleman Harda Kiswaya - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontingen Sleman saat ini memimpin klasemen sementara dalam Porda DIY XVII 2025 di Gunungkidul. Pemkab Sleman pun memastikan bagi atlet berprestasi akan diberikan apresiasi berupa bonus.
Berdasarkan klasemen sementara yang dirilis KONI DIY pada Jumat (12/5/20250, Sleman menempati posisi pertama dengan mengantongi 50 medali emas, 54 medali perak dan 84 medali perunggu. Pada urutan kedua ditempati Kota Jogja dengan perolehan 50 medali emas, 46 medali perak dan 57 medali perunggu.
Kemudian di posisi ketiga ada Bantul dengan perolehan 47 medali emas, 36 medali perak dan 50 medali perunggu. Di posisi keempat ada Kulonprogo dengan perolehan 28 medali emas, 25 medali emas dan 33 medali perunggu. Terakhir Gunungkidul dengan perolehan 14 medali emas, 24 medali perak dan 42 medali perunggu.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menjelaskan tren positif ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak. “Karena saya mempertanggungjawabkan nilai rupiah hibah Pemda Sleman ke KONI Sleman, itu kan uang rakyat. Ya harus dibalas dengan prestasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Sleman Sudah Raih 24 Medali Emas di Porda 2025
KONI Sleman menurutnya menjalankan fungsinya dengan baik, khususnya pada fungsi pembinaan atlet. “Artinya pembinaan-pembinaan ke cabor-cabor itu berjalan dengan baik. Sehingga pada saat seperti Porda, prestasinya ditunjukkan. Ya harus juara,” ungkapnya.
Atas kerja keras para atlet, Pemkab Sleman juga akan memberikan bonus kepada atlet berprestasi. “Ada bonus dari APBD Sleman. Bahkan saya sudah sampaikan, nanti lebih besar dari yang tahun kemarin atau periode sebelumnya,” kata dia.
Bonus tersebut berupa uang pembinaan. Meski demikian ia belum menentukan berapa besaran bonus tersebut karena masih perlu berrembug dengan DPRD Sleman. “Saya mesti matur Dewan, dirembuk nanti seberapa besar bonus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.