Ombudsman Siapkan Sidak untuk Telusuri Gangguan Distribusi BBM
Ombudsman RI menyiapkan sidak di sejumlah daerah untuk menelusuri gangguan distribusi BBM, termasuk keterlambatan kapal tanker pemasok.
Upacara yudisium program doktor ilmu pariwisata. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah lulusan doktor ilmu pariwisata belum banyak seiring dengan minimnya perguruan tinggi yang membuka prodi tersebut. Kemampuan menciptakan kebaruan ilmu menjadi syarat mutla bagi setiap mahasiswa yang ingin lulus dan meraih gelar doktor.
Sebanya enam mahasiswa S3 Stipram Jogja berhasil lolos dalam yudisium yang digelar Sabtu (13/9/2025). Mereka terdiri atas Robert La Are dosen Swiss German University, Prasiwi C. Resmi Dosen Politeknik Indonusa Surakarta, Amin Kiswantoro Dosen Stipram Jogja, Fera D. Anggaraini dengan penelitian sekaligus dosen Akparda dan dan Asep S. Bahri dosen Universitas Agung Podomoro.
Para peraih gelar doktor tersebut berhasil menciptakan sejumlah kebaruan ilmu yang dinilai bisa berkontribusi terhadap sektor pariwisata. Kaprodi Program Doktor Stipram Profesor Sugiarto menegaskan sejak awal sudah memberikan peringatan kepada keenam mahasiswa tersebut. Bahwa ketika mengambil program doktor di kampusnya harus benar-benar serius.
"Kami benar-benar memiliki yang punya komitmen untuk melanjutkan kuliah di doktor pariwisata. Waktu mereka mau masuk kami sampaikan kuliah tenanan, kalau mau dapat gelar dan ilmu. Karena kami betul-betul meski prodi baru, di awal itu di Indonesia hanya ada 4 prodi doktor pariwisata, kami keempat. UGM, Udayana, Trisakti," katanya.
BACA JUGA: Hingga Juli 2025, Kunjungan Wisatawan ke Bantul Tembus 1,18 Juta Orang
Selain itu salah satu syarat penting agar bisa lulus yaitu mampu menciptakan kebaruan ilmu dari pariwisata tersebut. Pasalnya jika tidak maka tidak ada kontribusinya untuk penerapan di masyarakat. Ia mengapresiasi keenam yang lulus dalam yudisium tersebut mampu menciptakan kebaruan ilmu.
"Maka saya sampaikan juga bahwa ini syarat mutlak, mereka harus menemukan atau menciptakan kebaruan ilmu. Selain itu ilmu yang ditemukan tersebut harus mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat khususnya di bidang pariwisata. Kalau enggak ada kebaruannya ya kontribusinya akan kurang," ucapnya.
Ketua Stipram Suhendroyono berharap hasil pemikiran dalam kebaruan ilmu yang diciptakan keenam lulusan doktor tersebut mampu memberikan kontribusi ke masyarakat. Khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pariwisata di tanah air.
"Kami melihat mereka sudah di atas rata-rata, hasil penelitiannya bagus dan menarik. Oleh karena itu penguji memutuskan mereka lolos dan layak menyandang gelar doktor," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ombudsman RI menyiapkan sidak di sejumlah daerah untuk menelusuri gangguan distribusi BBM, termasuk keterlambatan kapal tanker pemasok.
Bedah buku Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial mendorong pelaku UMKM memperkuat pemasaran digital, mengelola keuangan, dan meningkatkan litera
Real Madrid bangkit dari ketertinggalan 1-3 untuk mengalahkan AS Roma 4-3 dalam laga Liga Champions setelah mencetak tiga gol di akhir pertandingan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 15 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.