Hasil Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Disahkan
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Upacara yudisium program doktor ilmu pariwisata. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah lulusan doktor ilmu pariwisata belum banyak seiring dengan minimnya perguruan tinggi yang membuka prodi tersebut. Kemampuan menciptakan kebaruan ilmu menjadi syarat mutla bagi setiap mahasiswa yang ingin lulus dan meraih gelar doktor.
Sebanya enam mahasiswa S3 Stipram Jogja berhasil lolos dalam yudisium yang digelar Sabtu (13/9/2025). Mereka terdiri atas Robert La Are dosen Swiss German University, Prasiwi C. Resmi Dosen Politeknik Indonusa Surakarta, Amin Kiswantoro Dosen Stipram Jogja, Fera D. Anggaraini dengan penelitian sekaligus dosen Akparda dan dan Asep S. Bahri dosen Universitas Agung Podomoro.
Para peraih gelar doktor tersebut berhasil menciptakan sejumlah kebaruan ilmu yang dinilai bisa berkontribusi terhadap sektor pariwisata. Kaprodi Program Doktor Stipram Profesor Sugiarto menegaskan sejak awal sudah memberikan peringatan kepada keenam mahasiswa tersebut. Bahwa ketika mengambil program doktor di kampusnya harus benar-benar serius.
"Kami benar-benar memiliki yang punya komitmen untuk melanjutkan kuliah di doktor pariwisata. Waktu mereka mau masuk kami sampaikan kuliah tenanan, kalau mau dapat gelar dan ilmu. Karena kami betul-betul meski prodi baru, di awal itu di Indonesia hanya ada 4 prodi doktor pariwisata, kami keempat. UGM, Udayana, Trisakti," katanya.
BACA JUGA: Hingga Juli 2025, Kunjungan Wisatawan ke Bantul Tembus 1,18 Juta Orang
Selain itu salah satu syarat penting agar bisa lulus yaitu mampu menciptakan kebaruan ilmu dari pariwisata tersebut. Pasalnya jika tidak maka tidak ada kontribusinya untuk penerapan di masyarakat. Ia mengapresiasi keenam yang lulus dalam yudisium tersebut mampu menciptakan kebaruan ilmu.
"Maka saya sampaikan juga bahwa ini syarat mutlak, mereka harus menemukan atau menciptakan kebaruan ilmu. Selain itu ilmu yang ditemukan tersebut harus mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat khususnya di bidang pariwisata. Kalau enggak ada kebaruannya ya kontribusinya akan kurang," ucapnya.
Ketua Stipram Suhendroyono berharap hasil pemikiran dalam kebaruan ilmu yang diciptakan keenam lulusan doktor tersebut mampu memberikan kontribusi ke masyarakat. Khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pariwisata di tanah air.
"Kami melihat mereka sudah di atas rata-rata, hasil penelitiannya bagus dan menarik. Oleh karena itu penguji memutuskan mereka lolos dan layak menyandang gelar doktor," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.
Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Prancis 2-0. Gol Oyarzabal & Porro, rekor 37 laga tak terkalahkan. Final lawan Argentina atau Inggris.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.