Afgan Siapkan 30 Lagu di Konser Retrospektif Jakarta
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membangun konsep Desa Wisata Zero Waste di Dewi Kajii, Bantul, dengan pendekatan edukasi dan komunitas. Desa wisata ini ditujukan sebagai model pengelolaan sampah berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMY Ratih Herningtyas dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu, menargetkan inovasi itu berkembang menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi desa wisata lain.
"Desa wisata harus tetap menjadi sumber ekonomi tanpa menambah beban lingkungan. Inovasi pengelolaan sampah berbasis edukasi dan komunitas adalah kuncinya," ujar dia.
Melalui program BIMA (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat), pendekatan "zero waste" ini dirancang tidak sekadar kampanye sesaat, melainkan budaya baru yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Harga Beras Medium dan Cabai Rawit Turun Rerata Nasional
Dengan dukungan akademisi, komunitas, dan tokoh agama, Desa Wisata Dewi Kajii diharapkan menjadi contoh nyata bahwa sampah bukan lagi ancaman, melainkan berkah bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari program tersebut, UMY bersama masyarakat setempat menggelar seminar bertema 'Mengubah Sampah Menjadi Berkah: Edukasi, Ekonomi, dan Lingkungan".
Seminar itu menghadirkan pendiri Gerakan Sedekah Sampah, Ananto Isworo, yang akrab disapa Ustadz Sampah sekaligus penerima penghargaan Kalpataru dari Pemerintah DIY.
Dalam pemaparannya, Ananto menekankan pentingnya perubahan pola pikir sejak rumah tangga. "Delapan puluh persen persoalan sampah selesai jika ada kesadaran bersama. Keluarga adalah titik awal," kata dia.
Ia juga menjelaskan perbedaan antara bank sampah dan sedekah sampah. Menurutnya, sedekah sampah tidak hanya memberi nilai ekonomi, tetapi juga berdampak sosial karena hasilnya dialokasikan untuk kegiatan kemanusiaan.
Salah satu peserta, Rini Sutriasih, mengaku mendapat perspektif baru.
"Saya sadar sekarang bahwa sampah bisa jadi sarana ibadah sekaligus pemberdayaan ekonomi. Dari rumah, saya akan mulai membiasakan anak-anak memilah sampah dan mengurangi plastik sekali pakai," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.