Seri A PSSI Sleman Dimulai, Target Empat Emas Porda 2027
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Ilustrasi suasana aktivitas di pelabuhan yang menjadi salah satu pelabuhan kelolaan PT Pelindo Regional 4 di kawasan Timur. Antara/ HO-Pelindo Regional 4\r\n
Harianjogja.com, BANTUL — Pelaku usaha ekspor di Kabupaten Bantul mulai mencari target pasar baru di luar Amerika Serikat (AS) menyusul ketidakpastian kebijakan tarif impor di Negeri Paman Sam. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi dampak ekonomi akibat penyesuaian tarif dan situasi penghentian operasional (shutdown) pemerintah AS yang hingga kini belum berakhir.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Tutik Lestariningsih, mengatakan bahwa sejauh ini dampak langsung dari situasi tersebut belum terasa, karena kebijakan baru tersebut masih berlaku belum lama. Meski demikian, pelaku ekspor di Bantul telah mulai bersiap dan menjajaki pasar alternatif di berbagai negara.
“Karena penghentian operasional pemerintahnya belum lama, mungkin dampaknya belum terasa. Namun pelaku ekspor Bantul sudah mulai mencari solusi dengan menjajaki peluang pasar lain di luar Amerika,” ujar Tutik, Jumat (10/10/2025).
Menurut Tutik, Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor terbesar bagi Bantul, terutama untuk produk garmen dan kerajinan. Namun, dengan ketidakpastian ekonomi global, banyak pelaku usaha kini memperluas jaringan ke negara-negara lain melalui pameran internasional yang difasilitasi DKUKMPP.
“Dari pameran-pameran itu, pelaku usaha bisa bertemu langsung dengan pembeli dari berbagai negara. Kalau produknya cocok, mereka bisa langsung membuka pasar baru,” jelasnya.
Selain memperluas pasar luar negeri, pelaku usaha juga memperkuat jaringan di pasar domestik. Produk yang semula difokuskan untuk ekspor kini mulai ditawarkan ke sektor perhotelan, pariwisata, dan retail dalam negeri.
“Banyak pelaku usaha memperluas jaringan di pasar dalam negeri. Produk yang sama tetap bisa diterima karena selera konsumennya mirip,” kata Tutik.
Ia juga optimistis capaian ekspor Bantul pada 2025 ini masih berjalan sesuai target dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang mengkhawatirkan. Evaluasi lebih mendalam akan dilakukan pada akhir tahun.
“Ekspor kami dua tahun terakhir selalu melebihi target. Untuk 2025 ini, targetnya sebesar 119 juta dolar AS. Nanti akan kami lihat apakah perang tarif dan shutdown AS berdampak signifikan atau tidak. Yang jelas kami tetap optimistis,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia dan AS masih belum merampungkan rancangan kesepakatan penurunan tarif impor dari 32% menjadi 19%. Penyusunan dokumen final tersebut tertunda karena penghentian operasional pemerintahan AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik tujuh peringkat ke posisi 16 setelah meraih emas pertama dari bulu tangkis beregu putra.
Portugal menang 1-0 atas Wales di UEFA Nations League. Gol tunggal Joao Felix, sementara gol Cristiano Ronaldo dianulir VAR karena offside.
Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Simak kondisi tim, rekor pertemuan, dan prediksi skor.
Prakiraan cuaca BMKG DIY Jumat 25 September 2026: Kota Jogja diprediksi cerah dengan suhu maksimum mencapai 34 derajat Celsius.
Fenomena keterpaparan masyarakat terhadap praktik judi online (judol) kini semakin mengkhawatirkan. Tidak lagi terbatas pada kalangan atau gender tertentu