Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Suasana pelatihan jurnalis ‘Penerapan Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan dalam Jurnalisme—Mengakui Hewan sebagai Sentient Being’ di Perpustakaan Grhatama Pustaka, Sabtu (1/11/2025).
Harianjogja.com, JOGJA—Animal Friends Jogja (AFJ) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta menggelar pelatihan jurnalis ‘Penerapan Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan dalam Jurnalisme—Mengakui Hewan sebagai Sentient Being’ di Perpustakaan Grhatama Pustaka, Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas jurnalis media arus utama baik lokal maupun nasional, perwakilan pers mahasiswa dari berbagai universitas di Jogja, serta organisasi kesejahteraan hewan. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas jurnalis agar mampu menyuarakan hak-hak hewan yang diternakkan melalui karya jurnalistik yang etis dan empatik.
Direktur Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan AFJ, Elly Mangunsong, menjelaskan pelatihan ini berangkat dari kebutuhan untuk mengubah cara pandang terhadap hewan dalam pemberitaan.
“Selama ini hewan masih dilihat sebatas komoditas, bukan makhluk hidup yang mampu merasakan. Padahal, mengakui hewan sebagai sentient being atau makhluk berakal berarti mengakui bahwa mereka memiliki hak untuk bebas dari rasa sakit, stres, dan ketakutan. Media berperan penting dalam membangun empati publik terhadap mereka,” ujarnya.
Dalam konteks peternakan modern, praktik yang mengabaikan kesejahteraan hewan seperti penggunaan kandang baterai atau kandang konvensional bagi ayam petelur tidak hanya menyebabkan penderitaan bagi hewan, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Menurut Elly, liputan yang berperspektif kesejahteraan hewan dapat membantu publik memahami prinsip-prinsip animal welfare secara lebih menyeluruh. “Kami ingin mendorong jurnalis untuk menulis dengan empati tanpa kehilangan akurasi,” katanya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Pudji Astuti, menjelaskan istilah sentient being atau makhluk berakal mengacu pada entitas hidup yang memiliki kapasitas untuk merasakan, melakukan persepsi, dan mengalami subjektivitas.
Dalam wacana akademis, konsep ini memiliki posisi penting dalam filsafat, etika hewan, dan ilmu kognitif, karena menegaskan adanya pertimbangan moral yang seharusnya diberikan kepada manusia maupun hewan non-manusia.
“Dengan memahami hewan sebagai makhluk berakal, jurnalis dapat memastikan pelaporan yang lebih etis dan berempati. Hal ini mencegah objektifikasi subjek, mendorong penceritaan yang manusiawi, serta menumbuhkan kesadaran publik akan kesejahteraan dan hak asasi baik manusia maupun hewan,” ungkapnya.
Jurnalis Mongabay Indonesia, Riza Salman, membagikan praktik peliputan lingkungan dan peternakan dari perspektif kesejahteraan hewan. Menurutnya, jurnalis harus menemukan angle cerita, menjaga etika dan sensitivitas dalam peliputan hewan, melakukan pengumpulan data dan verifikasi, mengaitkan kasus lokal dengan isu global, hingga membangun narasi yang kuat.
“Menulis tentang hewan bukan sekadar melaporkan, tapi mengakui bahwa mereka pun hidup, merasa, dan berhak didengar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Perpres Nomor 27 Tahun 2026 mengatur biaya aplikasi ojol maksimal 8%, perjanjian kemitraan, jaminan sosial, dan layanan pengaduan.
Bedah buku DPAD DIY dan DPRD DIY di Sleman mengulas pentingnya tidur cukup, gizi seimbang, aktivitas fisik, dan kebebasan bereksplorasi untuk mendukung kecerdas
DJP mencatat 5,5 juta transaksi digital senilai Rp10 triliun melalui SPP-TDLN. Sebanyak 30 bank dan fintech ditargetkan bergabung sebelum November 2026.
Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly menegaskan rekrutmen TNI AD gratis dan memperingatkan oknum calo yang menjanjikan kelulusan berbayar.
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.