Perlinsos Jadi Basis Bansos 2027, Penerima Bantuan di Kulonprogo Wajib Daftar
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—PHRI Kulonprogo berharap embarkasi haji 2026 takhanya gunakan dua hotel, melainkan juga libatkan hotel lain di sekitar YIA.
Sebab, dua hotel yang akan dijadikan asrama embarkasi haji Kulonprogo pada 2026 nanti adalah Hotel Novotel dan Hotel Ibis.
Asrama jemaah haji yang berangkat dari embarkasi Kulonprogo dipusatkan di dua hotel tersebut karena diperkirakan jumlahnya hanya sekitar 9.200 orang dari Provinsi DIY dan sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah eks Karesidenan Kedu. Namun, keputusan mengenai dua hotel tersebut masih bersifat dinamis sehingga jumlahnya bisa bertambah ataupun sebaliknya.
"Nah, kalau saya kan tentu saja harapannya mestinya semua hotel ditempati ketika musim haji 2026 nanti," ujar Ketua BPC PHRI Kulonprogo, Sumantoyo, saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).
Sumantoyo menyadari jumlah jemaah haji di embarkasi Kulonprogo 2026 nanti masih di bawah 10.000. Jumlah tersebut tentunya cukup dapat dipenuhi hanya dengan Hotel Ibis dan Novotel saja. Sebenarnya, lanjut Sumantoyo, hotel untuk asrama haji bisa saja bertambah dengan catatan jumlah jemaah yang berangkat dari embarkasi Kulonprogo ditambah.
"Sekarang kan DIY-Kedu saja, kalau harapan saya jemaah haji dari Banyumas sekalian saja embarkasinya di Kulonprogo. Rasanya lebih dekat dibandingkan ke embarkasi lainnya," ungkapnya.
Sumantoyo menilai, dengan penambahan jemaah haji dari Banyumas pasti akan meningkatkan daya tampung di hotel sekitaran Yogyakarta International Airport (YIA). Menurutnya, hal ini penting sebagai wujud pemerataan terhadap seluruh hotel, tidak terbatas pada dua hotel saja.
Selain penambahan jemaah dari Banyumas, harapannya ada opsi haji plus yang menggunakan visa furoda juga turut dapat diberangkatkan dari embarkasi Kulonprogo. Sumantoyo menganggap, haji furoda dari DIY dan Jawa Tengah bagian selatan jumlahnya cukup banyak sehingga dapat menambah kuantitas jemaah.
"Nanti kan hotel-hotel lain juga bisa ditempati, seperti Morazen maupun Swiss-Belhotel (sebelumnya Swiss Bell hotel), kalau ada penambahan jemaah dari Banyumas dan haji furoda," tuturnya.
Kendati begitu, Sumantoyo memprediksi kehadiran embarkasi haji Kulonprogo pada 2026 nanti akan memberi dampak pada okupansi hotel selain Ibis dan Novotel. Apalagi saat musim haji 2026 itu masuk dalam periode low season, sehingga adanya embarkasi ini sedikit banyak akan berdampak.
"Saya berharap bisa meningkatlah okupansi saat adanya embarkasi pas musim haji nanti. Sekarang okupansi 25 persen sampai 30 persen, nanti bisa sampai 60 persen okupansinya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.