Polri Siapkan Anjungan Cetak SKCK untuk Cegah Pungli
Polri menyiapkan anjungan pencetakan SKCK untuk mengurangi interaksi pemohon dan petugas serta mencegah praktik pungli.
Ilustrasi. /Bisnis-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah wisatawan Australia ke DIY tercatat masih jauh menurun dibandingkan masa sebelum pandemi. Dispar DIY menilai keterbatasan promosi langsung menjadi salah satu penyebabnya.
Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi mengatakan jumlah wisman Australia yang berkunjung ke DIY saat ini masih lebih rendah ketimbang periode sebelum pandemi COVID-19.
"Kalau jumlah wisatawan Australia ke Yogya, turunnya cukup jauh. Sekarang hanya sekitar 26.000 wisatawan," ujar Imam, Senin (15/12/2025).
Ia menyebutkan sebelum pandemi, wisman asal Australia sempat menjadi andalan karena yang berkunjung ke DIY hampir menyentuh 100 ribu orang per tahun.
Menurut Imam, salah satu penyebab utama penurunan kunjungan tersebut adalah terbatasnya aktivitas promosi langsung (direct selling) ke pasar yang menjadi titik kumpul wisatawan mancanegara, seperti Bali dan Bangkok.
Padahal, kedua wilayah tersebut selama ini menjadi pintu masuk strategis bagi wisatawan Australia maupun Eropa.
"Padahal, Bali itu 'kolam'-nya wisatawan mancanegara. Ketika kita melakukan 'direct selling' di sana, bukan hanya orang Bali yang melihat materi promosi kita, tapi wisatawan dari dunia, terutama market kita seperti Jerman, Prancis, Eropa, Amerika, dan kita harapkan juga Australia," kata dia.
Imam menyebut pada 2025 Dispar DIY semula merencanakan promosi langsung ke Bali untuk menyasar pasar Australia.
Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana promosi wisata tersebut dialihkan ke Bromo, Jawa Timur, melalui ajang Bromo, Brawijaya Travel Fair (BBTF).
"Tadinya tahun ini kita mau ke Bali, tapi karena anggarannya tidak mencukupi, kita ke Bromo, Jawa Timur. Sehingga mungkin sekali tidak seefektif kalau kita ke Bali," ujarnya.
Meski demikian, Imam menilai peluang pemulihan pasar wisatawan Australia masih terbuka.
Menurut dia, ke depan Dispar DIY kembali mempertimbangkan promosi langsung di Bali apabila kondisi fiskal daerah telah membaik.
"Insyaallah di tahun-tahun yang akan datang, ketika fiskal sudah lebih baik, kita bisa paling tidak ke Bali untuk memastikan kita bisa memancing (wisatawan) dari sana," katanya.
Imam mengakui strategi promosi langsung dinilai lebih efektif karena menjangkau wisatawan lintas negara yang tengah berada di pusat-pusat pergerakan pariwisata internasional.
"'Direct selling' itu juga direct ke market. Jadi memang dari sisi efisiensi perjalanan dinas, kita sangat berkurang di situ," ujar Imam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri menyiapkan anjungan pencetakan SKCK untuk mengurangi interaksi pemohon dan petugas serta mencegah praktik pungli.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.