Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
GKR Hemas dan Pemda DIY menyerahkan bantuan kepada mahasiswa terdampak bencana di Wisma Bukit Barisan, Sleman, Jumat (19/12/2025). ist-Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa asal Sumatera yang terdampak bencana banjir melalui bantuan lintas elemen yang disalurkan pada Jumat (19/12/2025).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari gerakan gotong royong masyarakat Jogja untuk memastikan mahasiswa terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap dapat melanjutkan studi di DIY tanpa terhambat persoalan ekonomi.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas di Wisma Bukit Barisan, Sleman. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak bencana yang tidak hanya merusak wilayah, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendidikan mahasiswa perantau.
“Kami prihatin, dan dalam kondisi seperti ini negara tidak boleh absen. Negara harus hadir, mendengar, dan bertindak. Pemerintah daerah, berbagai instansi, dan masyarakat DIY terus berkolaborasi, bergotong royong menghimpun bantuan untuk meringankan beban mahasiswa terdampak bencana yang sedang berkuliah di DIY,” tegasnya.
Pemda DIY, melalui arahan Gubernur, memiliki komitmen kuat untuk memastikan mahasiswa terdampak bencana tetap memperoleh hak pendidikan. Semangat gotong royong, kata GKR Hemas, menjadi penggerak utama kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dan komunitas mahasiswa dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, GKR Hemas mengungkapkan Keraton Yogyakarta turut berkontribusi dalam penyaluran bantuan pendidikan. Sebanyak Rp750 juta disiapkan untuk mendukung keberlanjutan studi mahasiswa terdampak, mencakup keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya Satuan Kredit Semester (SKS), biaya hidup, hingga uang saku.
“Saya menerima lebih dari 500 pengajuan bantuan. Tim akan mengklasifikasikan berdasarkan tingkat kebutuhan, kategori berat, sedang, dan ringan, agar bantuan tepat sasaran. Seluruh data harus diverifikasi ulang bersama kampus dan instansi atau lembaga terkait,” tuturnya.
Sejumlah perguruan tinggi di DIY, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, telah memberikan keringanan bagi mahasiswa terdampak bencana. Bantuan dari berbagai pihak diprioritaskan bagi mahasiswa di perguruan tinggi swasta atau yang belum memperoleh dukungan serupa.
GKR Hemas juga berpesan kepada pengurus Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) dari masing-masing daerah asal agar menjaga transparansi dan akurasi pendataan penerima bantuan.
“Jaga amanah ini bersama-sama. Pastikan bantuan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan Pemda DIY telah berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi untuk menghimpun data mahasiswa terdampak secara by name by address. Data terverifikasi tersebut menjadi dasar bagi kampus dalam memberikan keringanan UKT serta bantuan biaya hidup.
“Kami berharap bencana ini tidak menggagalkan tujuan adik-adik menempuh pendidikan di DIY. Pemerintah daerah siap membantu meringankan beban agar mereka dapat menyelesaikan studi dengan baik. Kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian bersama,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kementerian PU mempercepat pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menghadapi ancaman El Nino terhadap target swasembada pangan.
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.