Gunungkidul Siapkan Listrik Tenaga Surya, Antisipasi Mati Lampu
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Jejak tapak kaki hewan yang diduga macan terlihat di Padukuhan Panggul Kulon di Candirejo, Semanu. Senin (12/1/2026)/ Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Padukuhan Panggul Kulon, Semanu, digegerkan temuan jejak tapak kaki yang diduga macan, muncul dua kali dalam 10 hari terakhir.
Kemunculan pertama terdeteksi pada Jumat (2/1/2026), sementara jejak kedua ditemukan pada Senin (12/1/2026). Lokasi temuan berada di sekitar proyek pembangunan pondok pesantren di wilayah setempat.
“Ini bukan yang pertama karena awal bulan lalu juga ada temuan serupa. Namun, jejak yang kedua ini jumlahnya lebih banyak,” kata Heru Purwanto, salah seorang warga Padukuhan Panggul Kulon, Senin siang.
Ukuran Jejak Capai Empat Jari Orang Dewasa
Heru menjelaskan bahwa temuan ini memicu rasa penasaran warga sekaligus kekhawatiran tersembunyi. Lebar dari setiap jejak kaki tersebut diperkirakan mencapai ukuran empat jari tangan orang dewasa.
“Meski penasaran, warga maupun pekerja bangunan ponpes sejauh ini belum merasa terganggu karena belum ada yang melihat langsung hewannya secara pasti saat ini,” tambahnya.
Meski demikian, banyak warga meyakini bahwa itu adalah jejak macan. Hal ini diperkuat oleh kesaksian dari mulut ke mulut tentang adanya macan yang sesekali terlihat berkeliaran. Warga menduga hewan buas tersebut menghuni dua gua bertunel yang berada di sekitar pemukiman.
Kesaksian Warga Setempat
Kesaksian serupa disampaikan oleh Jono (60), warga yang besar di Panggul Kulon. Berdasarkan pengalaman masa kecilnya, keberadaan macan di wilayah tersebut memang sudah menjadi perbincangan lama. Ia menggambarkan hewan tersebut memiliki bulu kuning kehitam-hitaman dan sering muncul saat musim kemarau.
“Kalau dilempar sesuatu, ia langsung menggeram. Saya pernah melihat secara langsung saat masih kecil, tapi saya diamkan saja sampai dia lewat,” ungkap Jono yang kini berdomisili di Hargosari, Tanjungsari.
Terpisah, Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, saat dihubungi belum bisa memberikan tanggapan resmi terkait temuan jejak tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak BKSDA belum memberikan balasan atas pesan singkat yang dikirimkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jepang 2-1 berkat gol Gabriel Martinelli pada menit 90+6.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.