Seleksi Sekda Sleman Masuk Tahap Akhir, Tiga Nama Disiapkan
Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman telah memasuki tahap akhir.
Budi daya ikan air tawar. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Sleman sepanjang 2025 mencapai 55.650,84 ton dengan nilai ekonomi menyentuh Rp1,49 triliun, menegaskan sektor perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi Bumi Sembada.
Capaian ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan sektor perikanan Sleman dalam beberapa tahun terakhir.
Staf Pelaksana Data Bidang Perikanan DP3 Sleman, Tony Lukito Triwibowo, mengatakan angka produksi tersebut berasal dari berbagai komoditas ikan budidaya yang tercampur, antara lain nila, mas, gurami, tawes, patin, lele, bawal, udang galah, dan gabus.
Sepanjang 2025, produksi tertinggi tercatat pada Februari sebesar 7.309,22 ton dengan nilai Rp207,07 miliar serta Desember mencapai 7.198,98 ton dengan nilai Rp170,87 miliar.
Sementara itu, produksi terendah terjadi pada April sebesar 3.045,09 ton dengan nilai Rp86,27 miliar dan September sebanyak 1.894,72 ton dengan nilai Rp47,97 miliar.
Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Wilyada Radianing, mengungkapkan target produksi perikanan budidaya pada 2026 naik sebesar 0,65 persen. Jika mengacu pada total produksi 2025, terdapat tambahan target sekitar 361,730 ton.
Namun, peningkatan target tersebut berlangsung di tengah pemangkasan anggaran pengembangan sektor perikanan hingga 62 persen pada Bidang Perikanan. Pemotongan tersebut berdampak langsung pada berkurangnya jumlah kegiatan.
“Belum ada program baru tahun ini. Anggaran semua kegiatan kami juga kena potong 62 persen. Kegiatan menjadi sangat terbatas,” kata Wilyada saat dihubungi, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data tiga tahun terakhir, produksi ikan di Sleman menunjukkan tren meningkat. Pada 2023, produksi tercatat 54.957,11 ton, naik menjadi 55.253,98 ton pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 55.650,84 ton pada 2025.
Per 5 Januari 2025, terdapat sekitar 749 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Sleman. Mayoritas kelompok tersebut membudidayakan ikan nila merah sebagai komoditas unggulan sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman.
Harga ikan nila merah di tingkat pembudidaya saat ini mencapai Rp27.000 per kilogram. Ketika masuk pasar, harganya naik menjadi sekitar Rp36.000 per kilogram. Pasar komoditas ini tidak hanya berada di DIY, tetapi juga menjangkau wilayah di luar DIY.
Selama ini, DP3 Sleman terus mendampingi pembudidaya melalui berbagai program, antara lain Si Budi Dikucir (Sistem Budi Daya Nila Dengan Kincir Air), fasilitasi sumur pompa untuk mengantisipasi penyusutan air kolam saat musim kemarau, serta penerapan sistem bioflok. Program-program tersebut diharapkan menjaga produktivitas perikanan budidaya Sleman pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman telah memasuki tahap akhir.
KAI Daop 6 Jogja menyiapkan kereta tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Operasional wisata Candi Borobudur saat Waisak 2026 hanya dibuka hingga pukul 14.00 WIB. Sebanyak 2.570 lentera dan 570 drone disiapkan.
Pakar ITB menyebut penerapan biodiesel B50 dapat mengurangi impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis geopolitik.
Truk boks bermuatan tepung terguling di Bokong Semar Gunungkidul menyebabkan macet parah di jalur Jogja-Wonosari hingga Minggu pagi.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.