Parkir Berbayar Lapangan Beran Dikritik, DPRD Sleman Minta Kajian
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cimahi, Jawa Barat. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dari total 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Sleman, baru sepuluh unit yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sertifikat ini merupakan bukti resmi bahwa dapur layanan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jika merujuk pada data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman per 27 September 2025, tercatat sebanyak 72 SPPG telah beroperasi, tingkat kepemilikan SLHS saat ini tergolong masih rendah.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman, Tunggul Birowo, menjelaskan bahwa sepuluh SPPG tersebut tersebar di sejumlah kapanewon. “Dinkes terus mendorong SPPG lain untuk segera mengurus kepemilikan SLHS demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat,” kata Tunggul saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
Daftar 10 SPPG di Sleman yang Sudah Memiliki SLHS
Berikut adalah daftar satuan layanan gizi di Sleman yang telah tersertifikasi laik higiene:
Wakil Ketua Satgas Percepatan Program MBG Pemkab Sleman, Agung Armawanta, menyatakan bahwa pihaknya bersama perangkat daerah terkait telah melakukan pembinaan intensif mengenai pentingnya SLHS.
Agung menegaskan bahwa proses pengajuan sertifikat sebenarnya cukup cepat asalkan syarat-syarat terpenuhi. Pengajuan dilakukan secara digital melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Prosesnya cepat jika syarat lengkap dan benar. Jadi, kendalanya lebih kepada kesiapan internal masing-masing SPPG dalam memenuhi standar yang diajukan melalui OSS,” jelas Agung.
Salah satu unit yang sudah tersertifikasi adalah SPPG Margomulyo, Seyegan. Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo, memastikan pihaknya telah mengantongi SLHS sebelum resmi beroperasi pada Kamis (8/1/2026) lalu.
“Fokus utama kami adalah memastikan keamanan pangan, kualitas gizi, serta pelayanan yang tertib dan profesional sejak hari pertama,” ungkap Joni.
Ia menambahkan, seluruh rantai produksi dipantau secara ketat, mulai dari seleksi bahan pangan, sterilitas dapur, hingga pemeriksaan kesehatan personel. Sebagai bentuk transparansi, SPPG Margomulyo juga melakukan dokumentasi publikasi menu dan proses distribusi melalui media sosial sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.