Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Pelatihan Pelatih Bola Voli UMBY-PBVSI Bantul diminati peserta lintas provinsi dengan pendekatan sport science untuk peningkatan prestasi. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatihan Pelatih Bola Voli UMBY-PBVSI Bantul menjadi magnet bagi praktisi olahraga dari berbagai daerah saat digelar di Sport Center UMBY Kampus 1, Jalan Wates Km 10, Minggu (8/2/2026).
Kolaborasi antara Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bantul ini menitikberatkan penguatan kompetensi pelatih berbasis sport science guna mendongkrak kualitas pembinaan dan prestasi bola voli.
Kegiatan bertaraf kabupaten tersebut justru menghadirkan peserta lintas provinsi, mulai dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Kalimantan. Kehadiran pelatih dari berbagai penjuru Tanah Air menunjukkan tingginya kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kepelatihan bola voli.
Ketua PBVSI Kabupaten Bantul, Joko B. Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif UMBY yang memfasilitasi pelatihan tersebut. Ia menegaskan peningkatan kualitas pelatih menjadi fondasi utama dalam membangun prestasi bola voli yang berkelanjutan.
“Ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang pelatihan. Harus diimplementasikan di klub, sekolah, maupun daerah masing-masing agar berdampak nyata pada peningkatan prestasi, baik di Bantul maupun di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Ardhika Falaahudin menjelaskan pelatihan pelatih bola voli ini dirancang dengan pendekatan ilmiah berbasis sport science agar proses pembinaan atlet berjalan terstruktur, terukur, dan berkesinambungan. Menurutnya, kompetensi pelatih sangat menentukan arah perkembangan atlet di masa depan.
Menurut Ardhika, peran pelatih tidak sebatas mengajarkan teknik permainan, tetapi juga membentuk karakter, mental, serta kesiapan fisik atlet. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelatih memahami konsep kepelatihan yang sistematis dan berbasis keilmuan, sehingga mampu mencetak atlet yang berkualitas,” tegasnya.
Untuk memastikan kualitas materi tetap terjaga, panitia menghadirkan tiga narasumber yang berpengalaman sebagai akademisi sekaligus praktisi olahraga. Dr. Sujarwo dari Universitas Negeri Yogyakarta memaparkan metode kepelatihan dasar hingga penyusunan program latihan yang disesuaikan dengan usia atlet, tingkat kemampuan, dan target pembinaan.
Dua dosen Ilmu Keolahragaan UMBY, Dody Tri Iwandana dan Febri Sulistiya, turut menyampaikan materi mengenai anatomi dan fisiologi untuk menunjang latihan yang aman, efektif, dan efisien, serta metode tes dan pengukuran guna mengevaluasi performa atlet secara objektif.
Selama pelatihan berlangsung, suasana diskusi tampak dinamis dengan sesi tanya jawab yang intens antara peserta dan narasumber. Salah satu peserta asal Purworejo, Agus Fajar Hidayat, mengaku mendapatkan wawasan baru yang aplikatif untuk diterapkan di klubnya.
“Materi yang disampaikan sangat praktis, mulai dari penyusunan program latihan hingga memahami kondisi fisik atlet. Selain itu, kesempatan bertemu pelatih dari berbagai daerah menjadi nilai tambah untuk memperluas jejaring,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi pelatihan pelatih bola voli UMBY-PBVSI Bantul ini, kedua institusi berupaya memperkuat ekosistem pembinaan olahraga berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus membuka ruang jejaring antarpelatih dari berbagai daerah yang diharapkan terus berkembang pada kegiatan-kegiatan selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Presiden Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria pada 1 Oktober 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakapolri.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.