Kepala BNPB Minta Maaf soal Pernyataan Karhutla Berjalan Normal
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Bahan kebutuhan pokok dijual di pasar tradisional Kota Jogja, DIY. – Antara/Eka AR
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot ) Jogja memastikan ketersediaan komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026 berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan ketahanan pangan di Kota Jogja diperkirakan aman untuk satu setengah hingga dua bulan ke depan.
“Untuk ketahanan pangan, kita berada di rentang waktu satu setengah sampai dua bulan ke depan masih aman,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, ketersediaan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) terjaga dengan baik. Pasokan dinilai lancar dan stok beras di Bulog dalam kondisi melimpah, sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan terpenuhi.
Meski demikian, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan. Harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp84.000 per kilogram, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam ras sekitar Rp30.000 per kilogram.
Selain itu, harga ikan juga mengalami kenaikan. Ikan bandeng dijual sekitar Rp45.000 per kilogram, sementara ikan tongkol mencapai Rp46.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Veronica menambahkan, harga cabai merah keriting berpotensi kembali naik menjelang akhir Ramadan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat. Sementara itu, harga daging ayam ras umumnya melonjak pada H-3 Lebaran.
“Kenaikan ini sudah kami waspadai. Kami terus berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan pasokan di lapangan,” katanya.
Operasi Pasar Digencarkan
Untuk menekan laju kenaikan harga dan menjaga stabilitas pangan, Pemkot Jogja bersama Pemerintah Daerah DIY telah menggelar operasi pasar selama Januari–Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan sekitar 18 ton komoditas pangan yang terdiri atas beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih.
Selain itu, operasi pasar telur ayam ras juga digelar bekerja sama dengan Bank Indonesia, dengan total penyaluran sekitar 4 ton di Pasar Beringharjo dan Pasar Prawirotaman.
Pemkot Jogja bersama Bulog DIY juga mengadakan pasar murah di 14 kemantren yang berlangsung pada 6–27 Februari 2026. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pasokan pangan tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Delegasi Indonesia walkout saat Netanyahu berpidato di PBB. Kemlu menyebut aksi itu sebagai solidaritas untuk Palestina dan protes diplomatik.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Perubahan Kecil Dampaknya Besar untuk mendorong budaya membaca dan perubahan positif di masyarakat.