Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat
PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Ilustrasi penanaman pohon nangka. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Budidaya Nangka Gunungkidul terus digenjot sebagai komoditas unggulan daerah dengan produksi 36.039,7 kuintal sepanjang 2025. Tanaman ini tak hanya menjadi flora khas Bumi Handayani, tetapi juga menopang kebutuhan kuliner hingga sektor pariwisata.
Data produksi tersebut tersebar di 18 kapanewon di Gunungkidul. Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menyebut hasil panen Nangka hanya kalah dari komoditas mangga dan pisang. “Hasilnya bagus dan hanya kalah dengan mangga dan pisang,” kata Raharjo, Minggu (22/2/2026).
Menurut Raharjo, pengembangan budidaya Nangka Gunungkidul sejalan dengan instruksi gubernur yang tertuang dalam Keputusan Gubernur No.385/KPTS/1992 yang menetapkan buah ini sebagai maskot flora Bumi Handayani. Status tersebut juga diperkuat melalui peraturan daerah yang diterbitkan pada 1999 tentang penetapan Nangka sebagai ikon daerah.
Pada 2022, Pemerintah Daerah DIY kembali memperkuat identitas tersebut dengan menetapkan hutan keistimewaan Nangka di Karangmojo oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan tanaman khas di wilayah karst Gunungkidul.
Raharjo menjelaskan, Nangka dipilih karena mampu tumbuh optimal di kawasan kering dan berkapur yang mendominasi Gunungkidul. Melalui budidaya yang masif, daerah ini ditargetkan mampu memasok kebutuhan gori (Nangka muda) untuk bahan baku gudeg di DIY hingga 9–10 ton per hari.
“Diharapkan Gunungkidul bisa menjadi sentra produksinya. Makanya budidaya terus dilakukan, tahun lalu kami menanam sekitar 1.000 batang benih pohon Nangka,” ungkap mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan tersebut.
Ia menambahkan, manfaat budidaya Nangka tidak hanya terbatas pada pasokan kuliner. Buah matang dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.
Selain buahnya, batang pohon Nangka bernilai ekonomi karena dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan gamelan dan kendang. Kayunya juga dikenal kuat dan tahan lama sehingga kerap digunakan sebagai bahan konstruksi rumah. “Daunnya juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menilai potensi budidaya Nangka Gunungkidul masih sangat terbuka, termasuk di wilayah pesisir. Ia mencontohkan hasil panen di Kapanewon Tanjungsari dengan ukuran buah yang besar. “Ukurannya jumbo dan buahnya juga bagus,” ujar dia.
Menurut Rismiyadi, pengembangan budidaya di kawasan pesisir tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga mendukung sektor pariwisata karena hasil panen dapat langsung dipasarkan kepada wisatawan yang datang ke destinasi pantai di Gunungkidul, sehingga perputaran ekonomi masyarakat terus bergerak seiring meningkatnya kunjungan wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Gunungkidul masih kekurangan 936 guru SD-SMP. Disdik menyebut pemenuhan tenaga pendidik bergantung pada anggaran dan kebijakan pusat.
Idiec meminta aturan turunan Perpres Ojol menjamin pendapatan pengemudi, kemitraan yang adil, transparansi algoritma, dan perlindungan data.
Simak cara memilih situs streaming film legal dan risiko LK21 atau Indoxxi, mulai dari malware, pencurian data, hingga pelanggaran hak cipta.
Okupansi hotel di KEK Mandalika mencapai 100% selama MotoGP 2026. Hotel di Mataram dan Senggigi juga terisi hingga 80-90%.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.