Kasus Guru Dibacok, Disdik Sebut Tak Ada Keterangan Siswa sebagai ABK
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Ilustrasi baketri E-Coli dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman memacu peningkatan Indeks Kualitas Air (IKA) seusai capaian 2025 masih di angka 73,60. Angka tersebut belum memenuhi target 2026 sebesar 75,43, meski Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) secara kumulatif telah menyentuh 72,37 dengan kategori sedang.
Berdasarkan data terbaru, IKA Sleman 2025 tercatat 73,60, sedangkan target 2026 dipatok 75,43. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sejumlah sungai utama—seperti Sungai Winongo, Sungai Code, Sungai Boyong, dan Sungai Opak—masih menunjukkan tingginya parameter bakteri E. coli.
Plt Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, menjelaskan kandungan E. coli menjadi salah satu faktor dominan yang menahan kenaikan nilai IKA. Bakteri tersebut bersumber dari limbah domestik, baik kotoran manusia maupun hewan, yang terbawa aliran sungai.
Selain limbah rumah tangga, sektor pertanian turut berkontribusi. Penggunaan pupuk kandang yang belum melalui proses pematangan sempurna berpotensi meningkatkan cemaran bakteri di lahan dan terbawa hingga badan air.
"Penggunaan pupuk kandang yang belum masak ini juga sumber E. coli. Begitu langsung ditabur ke lahan, sisa-sisanya akan mengalir ke sungai," kata Sugeng dikonfirmasi melalui Whatsapp, Selasa (3/3/2026).
Pengawasan Industri Lebih Terkontrol
DLH menilai pengawasan terhadap sektor usaha relatif lebih terkendali dibanding sektor pertanian dan peternakan rakyat. Hotel dan industri diwajibkan memiliki dokumen lingkungan serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Setiap enam bulan, pelaku usaha wajib melaporkan hasil uji laboratorium air limbah. DLH bersama DLHK DIY memantau parameter kimia seperti pH, BOD, COD, TSS, nitrat, dan nitrit. Apabila ditemukan pelanggaran baku mutu, pemerintah segera memberikan imbauan dan langkah perbaikan.
Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah
Untuk mengejar target IKA 2026, DLH menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah, terutama dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3). Edukasi kepada petani terkait penggunaan pupuk kandang yang aman dan matang terus diperkuat agar tidak mencemari tanah maupun air.
Pemantauan kualitas air dilakukan rutin di sebelas sungai dengan pengambilan sampel pada tiga titik, yakni hulu, tengah, dan hilir.
"Kami tidak bisa sendiri. Untuk mengendalikan atau meningkatkan kualitas air sungai ini, mutlak diperlukan koordinasi antar-perangkat daerah agar status kualitas air kita bisa bergeser dari sedang menjadi baik," kata Sugeng.
Formula Baru Penghitungan IKA 2025
Ketua Tim Kerja Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Lingkungan Hidup DLH Sleman, Sasikirana Dian Ekowati Sutarno, mengungkapkan penghitungan IKA 2025 menggunakan metode berbeda dibanding tahun sebelumnya.
IKA 2025 menerapkan indeks respon IKA-INA. “Parameternya masih sama, hanya rentang nilai dan formula yang beda,” kata Sasikirana.
Ia menambahkan, perubahan formula merupakan instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Menurutnya, penggunaan rumus sebelumnya membuat pencapaian target memerlukan waktu lebih lama.
Dengan percepatan koordinasi dan penguatan edukasi pengelolaan limbah domestik serta pertanian, DLH Sleman menargetkan nilai IKA meningkat sehingga kualitas air sungai di Sleman dapat naik dari kategori sedang menjadi baik pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.