Jangan Anggap Remeh, Obesitas Ternyata Penyakit Serius
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
Proses pemantauan longsor di Tanjakan Clongop di Padukuhan Plasan, Watugajah, Gedangsari, Selasa (3/3 - 2026) malam.istimewa BPBD Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat guna mengevakuasi material longsor yang menimbun Jalur Clongop, akses utama di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Langkah darurat ini diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah segera pulih setelah material tanah dan batu menutup badan jalan akibat cuaca ekstrem.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, mengungkapkan bahwa proses pembersihan di lapangan melibatkan alat berat khusus seperti jack hammer untuk menghancurkan material besar.
Selain pengerahan alat dari provinsi, tim gabungan juga melakukan asesmen cepat guna memetakan risiko serta titik rawan di sekitar lokasi kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
"BPBD melakukan kerja bakti pembersihan material menggunakan jack hammer serta melakukan asesmen dan kaji cepat di lapangan," ujar Purwono dalam keterangannya di Gunungkidul, Rabu (4/3/2026).
BPBD telah menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DIY serta aparat tingkat kecamatan untuk menangani temuan rekahan tanah di bagian atas tebing Jalur Clongop yang dinilai sangat mengkhawatirkan.
Guna menjaga keselamatan para pengguna jalan, pihak kepolisian bersama relawan telah menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas di kawasan terdampak.
Kendati demikian, petugas menegaskan bahwa Jalur Clongop akan ditutup secara total apabila hujan lebat kembali mengguyur, di mana arus kendaraan bakal langsung dialihkan menuju jalur alternatif demi menghindari risiko tertimbun longsor.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, membeberkan bahwa dalam kurun waktu sepekan terakhir, kawasan tersebut sudah dihantam tanah longsor sebanyak dua kali.
Kejadian terbaru pada Selasa (3/3/2026) malam menunjukkan eskalasi bahaya yang nyata setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam.
Hasil investigasi terbaru dari tim Babinsa dan relawan menemukan adanya retakan tanah sepanjang 50 meter di puncak lokasi longsor yang kini terpantau telah mundur ke belakang sejauh 26 meter.
Kondisi pergerakan tanah yang masih aktif ini menandakan lahan masih sangat berbahaya dan berpotensi memicu longsor susulan dalam skala lebih besar, sehingga warga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
Kasus fraud digital meningkat seiring lonjakan transaksi. Industri keuangan mengandalkan AI untuk mendeteksi penipuan lebih cepat dan akurat.
Penerbangan Muscat-Medan resmi dibuka. Rute SalamAir diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara dan Danau Toba.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 5 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Gol penalti Kylian Mbappe membawa Les Bleus lolos ke perempat final menghadapi Maroko.
Cek jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu 5 Juli 2026 rute Stasiun Tugu Yogyakarta-Bandara YIA lengkap dengan tarif dan waktu perjalanan.