Dinsos Kulonprogo Genjot Pendaftaran Bansos Digital, Pendamping Diberi Pelatihan
Dinsos Kulonprogo mempercepat pendaftaran Perlinsos Digital. Sebanyak 255 agen Perlinsos telah terdaftar untuk mendampingi warga.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang bocah yang diduga tenggelam di Muara Sungai Serang, Glagah, Kulonprogo. Hingga hari kedua pencarian, korban belum berhasil ditemukan.
Humas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kantor Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, mengatakan tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan berbagai metode di sekitar lokasi kejadian.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet serta penyisiran darat di sekitar muara sungai.
“Sampai sekarang masih nihil korban belum ditemukan,” kata Pipit kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Tiga Regu Dikerahkan
Pipit menjelaskan tim SAR dibagi menjadi tiga regu untuk mempercepat proses pencarian korban.
Regu pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari titik kejadian hingga sekitar 500 meter ke arah utara. Regu kedua melakukan pencarian dengan metode penyelaman di lokasi yang diduga menjadi tempat korban tenggelam.
Sementara itu, regu ketiga melakukan pemantauan dan penyisiran melalui jalur darat di sekitar lokasi kejadian.
Namun proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi air sungai yang keruh sehingga menyulitkan proses penyelaman.
“Kendala pencarian air keruh sehingga penyelaman pun tidak bisa maksimal,” ujarnya.
Selain itu, beberapa titik sungai mengalami penyusutan debit air sehingga menyulitkan pergerakan perahu karet saat melakukan manuver.
Tim SAR berencana menghentikan sementara pencarian ketika kondisi mulai gelap dan melanjutkannya kembali pada hari berikutnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di kawasan Muara Sungai Serang.
Korban diketahui bernama Bekti Nurada, siswa kelas 2 sekolah dasar yang merupakan warga Kalurahan Karangwuni, Kulonprogo.
Menurut Pipit, kejadian ini pertama kali terungkap ketika warga menemukan sebuah sepeda tanpa pemilik di tepi muara sungai.
Temuan tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan warga sehingga dilakukan penelusuran untuk mengetahui pemilik sepeda tersebut.
Setelah dilakukan pencarian informasi, sepeda tersebut diketahui milik Bekti. Petugas kemudian meminta keterangan dari teman-teman sebaya korban yang sering bermain di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 16.00 WIB, seorang anak berinisial MHR (9) akhirnya mengaku bahwa sepeda tersebut milik temannya yang diduga tenggelam di muara sungai.
“Pada pukul 16.00 WIB ada seorang anak inisial MHR, 9 tahun yang memang ketika ditanya lebih dalam ternyata mengakui sepeda itu milik temannya atas nama Bekti Nurada tenggelam di Muara Sungai Serang,” lanjut Pipit.
Untuk memastikan lokasi kejadian, petugas kemudian membawa saksi ke tempat penemuan sepeda guna menunjukkan titik yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya korban.
Pipit menambahkan ada dugaan saksi sempat meninggalkan lokasi karena merasa takut setelah melihat temannya tenggelam.
“Dugaannya MHR ini ninggalin pas mengetahui satu orang tenggelam dan MHR ini takut untuk bilang,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Kulonprogo mempercepat pendaftaran Perlinsos Digital. Sebanyak 255 agen Perlinsos telah terdaftar untuk mendampingi warga.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.